EPISODE · Sep 14, 2025 · 4 MIN
15-9-2025 - Pujian Yang Membutakan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Galatia 1:10Penulis : G.I. Swannius BongSorak dan kagum adalah hal yang jarang terdengar dalam pelayanan misi pedalaman. Namun, kali itu suku Sawi di Papua memberikan tepuk tangan dan sorak ketika mendengar kisah Yudas yang melakukan pengkhianatan licik kepada Kristus. Ternyata bagi suku ini, pengkhianatan adalah salah satu nilai yang layak mendapatkan pujian. Karena pemahaman ini, suku tersebut menerima kehadiran seorang missionaris bernama Don Richardson. Tentu saja, pujian itu tidak berarti apa pun bagi pelayan Tuhan yang tidak mencari pujian dan penerimaan atas ketidakbenaran yang disampaikan. Demikian juga bagi Don Richardson, ia tidak membiarkan pemahaman atau situasi yang salah itu terus bertahan. Ia melakukan evaluasi atas pelayanan misinya dan melakukan kontekstualisasi yang sesuai Alkitab dengan sebutan “Anak Perdamaian.” Sebuah teladan yang baik, yang tidak menjadikan pujian dan penerimaan sebagai ukuran keberhasilan untuk kelangsungan pelayanan misi, tetapi justru berani berubah jika telah berada dalam zona ketidakbenaran. Sekalipun ia harus berjuang dan berusaha lebih keras agar Injil kebenaran dapat diterima oleh jiwa-jiwa. Dalam nas hari ini, Paulus bisa saja berdiam diri seolah-olah tidak ada persoalan apa pun yang terjadi, tanpa perlu bersusah payah menegur, sehingga berisiko disalahpahami oleh jemaat Galatia. Tetapi Paulus memilih untuk menegur dengan keras jemaat Galatia yang dengan begitu lekasnya menerima ajaran yang menambahi Injil keselamatan dalam Kristus dengan ketaatan pada Taurat (ay. 6-7). Paulus tidak membiarkan ketidakbenaran dan kesesatan terjadi, sekalipun dirinya akan mendapatkan pujian dan penerimaan jika ia diam saja dan mendukung ajaran ini (ay. 10a). Tetapi Paulus tidak mau pujian atau penerimaan membutakan dirinya. Ia tidak mencari kesenangan manusia, melainkan hanya kesenangan dari Allah saja (ay. 10b). Kesenangan bagi Allah adalah memberitakan kebenaran Injil Kristus, sekalipun ada harga mahal yang harus dibayar olehnya. Sekalipun tidak populer. Sekalipun tidak dipuji dan diterima oleh orang banyak. Sekalipun harus berusaha dan berjuang lebih keras demi kemajuan Injil dalam kebenaran yang murni. Saudaraku, harus diakui banyak orang Kristen yang sudah menyadari dan mengetahui ketidaktepatan yang diyakini olehnya tetapi enggan untuk berubah. Banyak yang terbuai dalam damai palsu yang dihiasi dengan pujian-pujian yang meninabobokan. Akhirnya pujian itu membutakan imannya. Pujian itu membuat panggilan misi Allah dalam Injil kebenaran-Nya tidak dinyatakan dengan terang benderang. Memang betul, untuk mau menerima perubahan oleh kebenaran ada harga dan usaha yang mahal. Harus meninggalkan pemahaman dan cara yang salah. Tidak mudah. Tetapi jika kita sungguh-sungguh rindu dan mencintai Injil kebenaran. Mengasihi Allah dengan memajukan Injil Kristus dengan berbuah tetap. Maka kita akan bersedia diubahkan oleh kebenaran dan menyatakan kebenaran. Hidup dalam Injil kebenaran tidak akan terbuai oleh pujian palsu yang membutakan imanPertanyaan untuk direnungkan:1. Apa dampaknya buruknya jika anda berdiam diri saja terhadap ketidakbenaran yang terjadi dalam pelayanan atau hidup anda?2. Apa yang seharusnya anda lakukan jika anda menemukan bahwa hidup anda tidak berbuah seperti yang Tuhan inginkan?
Embed this episode
NOW PLAYING
15-9-2025 - Pujian Yang Membutakan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.