EPISODE · Oct 17, 2025 · 6 MIN
18-10-2025 - Bebas Dari Kekuatiran (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Filipi 1:20-21Penulis : Pdt. Siujono SungPada awal abad ke-20, seorang misionaris muda asal Inggris bernama C. T. Studd adalah bintang olahraga kriket yang sangat terkenal. Ia berasal dari keluarga kaya, memiliki masa depan yang cerah, dan dikenal di kalangan bangsawan Inggris. Namun, setelah mengalami pertobatan yang mendalam, ia menyadari bahwa semua prestasi, kekayaan, dan popularitasnya tidak ada artinya dibanding pengenalan akan Kristus. Ia mengambil keputusan radikal, yakni: menjual seluruh harta warisan yang nilainya sangat besar, lalu menggunakannya untuk mendukung pekerjaan misi dan pelayanan bagi orang miskin. Studd kemudian mengabdikan hidupnya di ladang misi. Ia tetap melayani meskipun kesehatannya menurun, dan hingga akhir hidupnya, ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Ia sungguh telah menjadikan hidupnya sebagai persembahan.Gambaran ini juga dapat kita temukan dalam diri Rasul Paulus. Ia menulis surat Filipi pada saat berada di dalam penjara. Melalui Filipi 1:20, kita menemukan bahwa kerinduannya adalah agar Kristus dimuliakan dalam tubuhnya, baik melalui kehidupan maupun kematiannya. Ia tidak terfokus pada penderitaan, hukuman Kaisar, atau berapa lama ia akan dipenjarakan. Yang terpenting baginya adalah satu hal, yaitu: hidupnya menjadi alat untuk memuliakan Kristus. Itulah sebabnya ia berkata, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil. 1:21). Jika ia hidup, ia melayani Kristus dan memberkati jemaat. Jika ia mati, ia bersama Kristus selamanya. Seluruh hidupnya adalah persembahan yang utuh, karena ia menganggap segala sesuatu rugi dibanding pengenalan akan Kristus (Fil. 3:8). Kedekatan dan penyerahan penuh Paulus kepada Kristus membuatnya tetap bersukacita dan berani memberitakan Injil meskipun di penjara. Hidupnya berbuah karena seluruh keberadaannya telah diletakkan di altar pelayanan sebagai persembahan. Hidup sebagai persembahan berarti kita menaruh seluruh waktu, tenaga, dan hati di tangan Tuhan, agar melalui kehidupan atau kematian kita, Kristus selalu dimuliakan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa berarti memilih untuk tetap setia di tengah kesulitan, mengutamakan kehendak Tuhan di atas kenyamanan pribadi, atau menggunakan talenta kita untuk melayani demi kemuliaan Tuhan. Hidup sebagai persembahan juga mengubah cara kita memandang penderitaan. Kita tidak melihatnya sebagai beban, tetapi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan Kristus. “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Fil. 1:21).”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Bagian hidup apa yang masih sulit Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?2. Langkah kecil apakah yang bisa Anda ambil untuk menjadikan kehidupan sebagai persembahan?
Embed this episode
NOW PLAYING
18-10-2025 - Bebas Dari Kekuatiran (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.