EPISODE · Nov 1, 2025 · 3 MIN
2-11-2025 - Menjaga Keseimbangan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Mazmur 131:2Penulis : G.I. Retno WulaningsihBayangkan seseorang yang terus memeriksa media sosialnya setiap beberapa menit, takut ketinggalan tren terbaru, berita terhangat, atau undangan untuk hangout. Fenomena ini kita kenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out). Kita merasa harus selalu up to date, ada di lingkaran peristiwa, takut jika tertinggal, kita akan dianggap tidak relevan. Tetapi sering kali kenyataannya, semakin kita mengejar semuanya, semakin hati kita resah dan lelah.Mazmur 131 adalah mazmur ziarah (Song of Ascents) yang sangat singkat, hanya tiga ayat, namun sarat makna. Mazmur Daud ini memotret kerendahan hati dan ketenangan jiwa yang lahir dari kepercayaan penuh kepada Tuhan. Pada zaman Daud, kehidupan penuh dengan ketidakpastian, politik, peperangan, dan intrik. Namun Daud belajar untuk tidak membiarkan ambisi, iri, atau kekhawatiran menguasai hatinya. Ia tidak terburu-buru mengejar sesuatu demi pengakuan atau membuktikan diri, melainkan menemukan kepuasan dalam kehadiran Tuhan. Daud berkata dalam Mazmur 131:2: “Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.” Gambaran seorang anak yang disapih menunjukkan kepuasan karena ketenangan menikmati kedekatan dengan sang ibu, sebuah gambaran keintiman yang menunjukkan rasa aman, puas, dan tidak gelisah terhadap hal-hal besar atau di luar kendali. Daud mengajarkan bahwa kedamaian sejati datang ketika kita berhenti mengejar semua hal yang ingin kita genggam, dan belajar puas hanya dengan Tuhan. Di era digital yang penuh informasi ini, kita mudah merasa tertinggal — dari karier, pencapaian teman, tren gaya hidup, bahkan pelayanan. FOMO membuat kita ingin selalu hadir di semua tempat dan melakukan semua hal, hingga hati kita tidak pernah beristirahat. Mazmur 131 mengajak kita untuk slow down dan memusatkan hati kepada Tuhan. Hari ini, berhentilah sejenak. Matikan notifikasi, letakkan ponsel, dan duduk tenang di hadapan Tuhan. Belajarlah berkata, “Tuhan, Engkau cukup.” Saat hati kita diam di hadapan-Nya, kita akan menemukan bahwa kita tidak ketinggalan apa-apa — justru kita sedang berada di tempat yang paling tepat, di hadapan-Nya.“Ketakutan terbesar bukanlah ketinggalan momen dunia, tetapi kehilangan kesempatan untuk mengenal Yesus — satu-satunya sumber kepuasan yang tidak pernah habis.”Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Apa saja hal atau momen yang membuat saya takut tertinggal sehingga hati saya gelisah?2. Bagaimana saya bisa secara praktis meluangkan waktu untuk “disapih” dari distraksi dunia dan duduk tenang di hadapan Tuhan?
Embed this episode
NOW PLAYING
2-11-2025 - Menjaga Keseimbangan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.