EPISODE · May 1, 2026 · 6 MIN
2-5-2026 - Damai Tuhan Membuka Masa Depan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Yesaya 26:3Penulis : G.I. Erni TilaarKitab Kitab Yesaya ditulis pada masa bangsa Yehuda menghadapi ancaman besar dari kekuatan dunia saat itu, khususnya Kekaisaran Asyur di bawah pimpinan Raja Sanherib. Pada masa itu, Asyur merupakan kekuatan militer yang paling menakutkan. Mereka telah menaklukkan banyak bangsa, menghancurkan kota-kota, dan hampir tidak ada yang berani melawan mereka. Ketegangan melanda Yehuda. Persediaan makanan terbatas, tentara musuh mengepung, dan rakyat hidup dalam ketakutan. Nabi Yesaya diutus Tuhan di tengah situasi yang tidak stabil tersebut. Peperangan terjadi, ketakutan menyebar, dan secara manusia masa depan tampak suram. Di tengah ancaman perang, ketidakpastian politik, ketakutan nasional, dan krisis iman, Tuhan memberikan janji-Nya: “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” Bangsa Yehuda cenderung mencari perlindungan kepada bangsa lain, seperti Mesir, bukan kepada Tuhan. Melalui Nabi Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa damai sejahtera bukanlah hasil dari aliansi politik atau kekuatan militer, melainkan lahir dari kepercayaan penuh kepada Tuhan.Damai sejahtera bukan berarti tidak ada musuh atau masalah. Damai sejahtera berarti memiliki hati yang teguh pikiran yang tetap terarah kepada Tuhan, bukan kepada ancaman. Damai itu dapat hadir di tengah kepungan musuh. Secara manusia mungkin tidak ada kepastian tentang masa depan, tetapi damai dari Tuhan memberikan ketenangan dan keyakinan bahwa Dia tetap memegang kendali. Damai yang Tuhan berikan bukan berarti hidup tanpa persoalan. Sebaliknya, damai itu memampukan kita untuk tetap tenang dan percaya di tengah persoalan. Ketika kita memandang kepada salib Yesus Kristus, saat jalan di depan terasa gelap dan buntu, kita diingatkan bahwa kebangkitanNya adalah bukti bahwa kita memiliki masa depan yang penuh pengharapan. Kematian bukanlah akhir, dan keputusasaan bukanlah kesimpulan. Namun, janji Tuhan tidak berlaku secara otomatis bagi semua orang. Janji itu diberikan kepada mereka yang memilih untuk percaya dan bersandar kepada-Nya.Saudara, kadang hidup kita seperti Yerusalem yang dikepung. Dikepung oleh tekanan ekonomi, dikepung oleh masalah keluarga, dikepung oleh ancaman Kesehatan, dikepung oleh masa depan yang tidak pasti. Jangan panik, melainkan bawa semua itu kepada Tuhan. Jangan pikul sendiri beban itu. Ingat! Yesus sudah menanggung semua beban dan dosa diatas kayu salib dan Ia berkata “sudah selesai. Jaminan yang pasti kita lebih dari pemenang, kita punya masa depan karena Yesus sudah bangkit mengalahkan maut. Bagian hanya percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Berserah sepenuhnya pada Tuhan. Kita akan mengalami damai sejahtera sekalipun kita dikepung oleh persoalan. “Milikilah Damai dari Tuhan Ditengah Kepungan Pergumulan, Karena Damai Tuhan Menuntun Langkah Menuju Masa Depan.”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah hati saya sungguh teguh percaya kepada Tuhan Yesus, atau masih dikuasai oleh ketakutan tentang masa depan ?2. Keputusan apa yang sedang saya ambil ? apakah dasar mengambil keputusan itu? bersumber dari kepanikan atau dari damai yang Tuhan berikan ?
Embed this episode
NOW PLAYING
2-5-2026 - Damai Tuhan Membuka Masa Depan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.