EPISODE · Jun 19, 2026 · 5 MIN
20-6-2026 - Mengajarkan Iman Yang Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Kejadian 22:5-8Penulis : G.I. Ribka MessakhIman sejati tidak hanya diajarkan dengan kata-kata, tetapi diteladankan melalui kehidupan. Dalam perjalanan iman, kita menyadari bahwa orang lain belajar percaya kepada Tuhan bukan dari teori, melainkan dari sikap hidup kita. Ketika menghadapi ujian, iman yang tetap teguh menjadi kesaksian yang hidup, menguatkan dan menuntun orang lain untuk mengenal Tuhan lebih dalam setiap hari. Nas hari ini menggambarkan perjalanan iman Abraham bersama Ishak dalam ketaatannya kepada perintah Tuhan. Abraham menunjukkan iman yang luar biasa ketika ia berkata bahwa “mereka akan kembali”, sekalipun ia sedang menuju tempat pengorbanan. Ini menunjukkan keyakinannya bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, bahkan atas kehidupan. Ketika Ishak bertanya tentang anak domba untuk korban, Abraham menjawab dengan iman, “Allah yang akan menyediakan.” Jawaban ini bukan sekadar penghiburan, tetapi pernyataan iman yang mendalam. Abraham tidak hanya percaya dalam hatinya, tetapi juga mengajarkan iman itu kepada anaknya melalui perkataan dan tindakan. Dalam peristiwa ini, terlihat bahwa iman yang hidup ditunjukkan melalui ketaatan, kepercayaan penuh kepada penyediaan Tuhan, dan kesediaan untuk berjalan bersama dalam rencana-Nya. Relasi antara Abraham dan Ishak juga mencerminkan proses pewarisan iman dari satu generasi ke generasi berikutnya secara nyata. Apa pun juga yang kita lakukan dalam kehidupan setiap hari, sebagai orang percaya, iman yang hidup harus terlihat melalui tindakan nyata, terutama dalam keluarga. Orang tua dipanggil untuk tidak hanya mengajarkan iman secara lisan, tetapi juga melalui teladan hidup yang konsisten. Ketika menghadapi kesulitan, tetaplah percaya bahwa Tuhan menyediakan jalan, sehingga anak-anak dan orang di sekitar kita belajar untuk mengandalkan Tuhan. Bangunlah kebiasaan berjalan bersama Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan. Iman yang hidup akan menjadi warisan rohani yang berharga bagi generasi berikutnya. Dengan demikian, hidup kita menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kasih dan kesetiaan-Nya kepada dunia di sekitar kita setiap waktu. “Iman yang hidup tidak hanya diajarkan lewat kata-kata, tetapi ditunjukkan melalui tindakan yang nyata; ketika kita hidup percaya dan taat kepada Tuhan, orang lain akan belajar mengenal-Nya melalui hidup kita”Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Apakah iman saudara sudah menjadi teladan nyata, khususnya dalam keluarga? Apa yang menjadi tantangan bagi saudara untuk menjadi teladan?2. Bagaimana saudara dapat mengajarkan kepercayaan kepada Tuhan melalui tindakan sehari-hari?
Embed this episode
NOW PLAYING
20-6-2026 - Mengajarkan Iman Yang Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.