EPISODE · Aug 19, 2025 · 5 MIN
20-8-2025 - Kasih Yang Kekal Bagi Orang Yang Gagal (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Yohanes 21:17Penulis : Pdt. Rony SitorusCancel Culture adalah perilaku “membatalkan”, memboikot, atau menghukum seseorang maupun kelompok akibat tindakan mereka yang (dianggap) salah (kompas.com). Rizky Firdaus Wijaksana atau kerap disapa Uus adalah salah satu artis yang pernah terkena cancel culture. Uus melakukan kesalahan dan dianggap menghina seorang ulama umat muslim. Hal itu menyebabkan Uus kehilangan beberapa job, seperti Opera Van Java, acara musik Inbox, dan beberapa job lainnya (Brilio.net).Apa jadinya jika Allah menerapkan cancel culture pada manusia? Dapat dipastikan semua kita akan dicancel karena kegagalan-kegagalan yang kerapkali kita lakukan. Namun Allah kita bukanlah Allah yang melakukan cancel culture. Dia Allah yang penuh kasih. Kasih-Nya kekal bagi orang yang gagal. Dalam Yohanes 21:17 kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus masih memberikan kesempatan kepada Petrus yang telah melakukan kegagalan. Ketika Yesus melewati proses penyaliban, Petrus telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali (Matius 26:69-75). Ini adalah kegagalan Petrus. Setelah Yesus bangkit dari kematian, Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Yesus bertemu juga dengan Petrus. Sebanyak tiga kali Yesus memberikan pertanyaan kepada Petrus: Apakah engkau mengasihi aku? Dari pertemuan itu, Tuhan Yesus ingin menunjukkan kepada Petrus bahwa sekalipun ia telah gagal, kasih-Nya tidak berubah. Yesus tetap mengasihi dan mengampuninya, serta memberikan kesempatan baru kepada Petrus untuk bertumbuh dalam kasih dan pengabdiannya kepada-Nya. Kasih Kristus yang kekal, bukan hanya untuk Petrus tetapi juga untuk setiap kita anak-anak-Nya.Dalam hidup ini, seringkali kita lemah dan melakukan kegagalan. Beberapa orang memilih untuk menjauhi Tuhan, ketika mereka mengalami kegagalan. Mereka merasa tidak layak dan tidak pantas untuk menemui Tuhan. Ini adalah langkah yang keliru. Ketika kita gagal dan jatuh ke dalam dosa, ingatlah bahwa tangan Tuhan terbuka lebar untuk mengampuni dan menerima kita. Maka sebesar apapun kegagalan kita, datanglah kepada Tuhan Yesus. Hal ini bukan berarti Allah mengizinkan kita untuk terus menerus gagal. Ketika kita gagal, Tuhan masih menerima dan mengampuni kita, namun Dia juga akan mendidik dan membentuk kita untuk menjadi semakin indah di hadapan Tuhan.“Kristus mengasihi orang yang gagal, tetapi Dia tidak akan membiarkan orang tersebut terus hidup di dalam kegagalan”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Saat anda mengalami kegagalan atau jatuh dalam dosa, apakah anda cenderung menjauhi Tuhan karena merasa tidak layak, atau justru datang kepada-Nya dan percaya bahwa kasih-Nya tetap tersedia bagi anda?2. Bagaimana anda menanggapi kegagalan orang lain? Apakah anda cepat menghakimi dan "mencancel" mereka, atau anda mencerminkan kasih dan pengampunan Kristus seperti yang Ia tunjukkan kepada Petrus?
Embed this episode
NOW PLAYING
20-8-2025 - Kasih Yang Kekal Bagi Orang Yang Gagal (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.