EPISODE · Sep 21, 2025 · 5 MIN
22-9-2025 - Pamer (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Matius 6:3-4Penulis : Pdt. Firdaus LieAlkisah di Tiongkok kuno banyak pejabat kaya yang ingin memberi sedekah kepada rakyat, akan menabuh gendang dahulu. Ia juga memberikan perintah supaya namanya harus diumumkan ke seluruh kota. Ada yang aneh, setiap musim dingin di kota itu orang-orang miskin mendapati tumpukan kayu bakar, makanan, dan pakaian hangat yang sengaja di taruh depan pintu rumah. Setelah bertahun-tahun baru diketahui yang melakukan itu adalah seorang tukang kayu tua yang hidup sangat sederhana. Melalui kisah ini lahirlah pepatah “大山若水” (da shan rua shui) “kebaikan tertinggi seperti air”. Air adalah sumber kehidupan bagi semua orang. Air selalu mengalir rendah dan tak bersaing, tidak pernah pamer jasanya. Pamer saat memberi justru menghilangkan nilai spiritualnya dan membuatnya menjadi ajang pencitraan. Pamer dalam memberi bukan karakter anak Tuhan. Tuhan Yesus menegur para ahli Taurat dan orang Farisi. Teguran itu berkaitan erat dengan kebenaran yang diajarkan-Nya baik dari sisi moral dan ritual. Seperti yang telah Ia ajarkan tentang berdoa, berpuasa dan bersedekah yang sudah mengakar dalam masyarakat Yahudi. Persoalannya bukan tentang “apakah perlu atau tidak”, melainkan “bagaimana memberi sedekah yang baik dan berkenan di hadapan Allah”. Kalimat “ketika engkau memberi sedekah” adalah bentuk tunggal. Kata “supaya dilihat” adalah untuk dilihat orang lain, kata ini menekankan pamer dengan tujuan supaya dipuji. Pemberian yang dikemas sebagai pencitraan atau branding yang terjadi sekarang tidak hanya di luar gereja, tetapi juga ada di dalam gereja. Inilah yang disoroti Tuhan Yesus. Selanjutnya ada frasa mengatakan, “janganlah tangan kirimu tahu”. Peribahasa ini memberikan indikasi dalam bentuk hiperbola mengenai praktik menggunakan tangan kanan dalam memberikan persembahan di mezbah. Juga berbicara tindakan sakral antara kita dengan Tuhan, dengan kalimat perintah, “Hendaklah sedekahmu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (ay. 4). Kalimat ini menekankan jangan ada orang yang tahu pemberianmu, pertama diri sendiri, kedua orang lain dan ketiga orang dekat. Mengapa? Karena pamer ke diri sendiri akan mengingat-ingat kebaikan yang pernah dilakukan, lalu memuji diri sendiri dan biasanya berakhir untuk kemuliaan diri sendiri. Ke orang lain juga tidak boleh untuk menghindari kesombongan rohani. Padahal memberi bukan demi dipuji tetapi sebagai latihan rohani untuk merendahkan hati dan keikhlasan. Terakhir orang dekat mungkin keluarga, yaitu untuk menjaga hubungan yang tulus dan nyaman, agar yang tidak merasa berhutang budi, terhindar rasa rendah diri atau iri. Penerima tidak minder untuk menjaga perasaannya, tidak terkesan seolah-olah si pemberi lebih baik atau lebih mampu. Selain itu juga membangun kepercayaan, memperkuat ikatan emosional tanpa ada rasa kesan merendahkan. Cukuplah Bapa di surga yang tahu dan memberikan upahnya. Tuhan Yesus jelas melarang murid Kristus untuk memamerkan pemberian sedekah atau persembahan di depan umum supaya menghindari rasa karena telah berbaik hati dan merasa sangat dibutuhkan. Pemberian bukan untuk mencari pujian dari orang, sehingga tidak perlu memperlihatkan atau pamer ke orang. Pemberian juga bukan untuk mencari kepuasan diri, juga tidak mengharapkan mendapat kebaikan Allah. Allah adalah baik, marilah nyatakan kebaikan Allah melalui pemberian dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas. Bukan meningkatkan pamernya supaya dipuji oleh manusia. “Bantuan kecil dan tulus lebih besar di mata Tuhan daripada persembahan yang pamer”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Mengapa tidak boleh pamer saat Anda memberikan persembahan atau sedekah kepada siapa pun? Dan bagaimana sikap memberi yang benar?2. Tanyakanlah di dalam batin Anda selama ini, apakah Anda suka pamer saat memberi persembahan? Jika ada berdoalah dan berubahlah memohon kepada Tuhan Yesus!
Embed this episode
NOW PLAYING
22-9-2025 - Pamer (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.