EPISODE · Mar 22, 2025 · 7 MIN
23-3-2025 - Lega (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Mazmur 63:1-8Penulis : G.I. Erni TilaarMazmur 63 ditulis oleh Raja Daud saat ia terdampar di padang gurun Yudea. Saat itu, Daud melarikan diri karena dikejar oleh musuh—sepi, sendiri, dan dalam tekanan. Kita bisa membayangkan perasaannya saat itu, seorang raja yang biasa dikelilingi oleh orang-orang yang siap membantunya, tidak mengalami kekurangan, dan tidak merasa kesepian. Seorang raja memiliki kuasa; apa pun yang ia inginkan dapat terpenuhi. Namun, kali ini Daud mengalami kekeringan, kehausan, dan kesepian yang amat dalam. Di tengah kondisi yang begitu sulit, ia memilih untuk mencari Tuhan. Justru dalam tekanan yang mencekam, yang ia rindukan bukanlah pasukan tentara yang siap membelanya, bukan pula penghibur yang dapat menghiburnya, tetapi hanya satu: TUHAN. Kerinduan yang begitu dalam kepada Tuhan digambarkan seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair. Sebab, Daud tahu hanya Allah yang dapat memuaskan dahaganya, hanya Allah kekuatannya. Saudaraku yang kekasih, mungkin kondisi perasaan kita saat ini seperti yang dialami Daud. Masalah dalam hidup membuat kita begitu tertekan, merasa sendiri, dan seolah tidak ada seorang pun yang memahami kita. Mungkin kita berada di tengah keramaian, mungkin secara materi kita memiliki segalanya, tetapi tetap merasa kesepian, kosong, dan hampa, tanpa mengalami kepuasan batin. Tekanan hidup membuat kita kehilangan semangat, seakan-akan berada di padang gurun—kering, kelelahan, tidak tahu harus berbuat apa, dan merasa semua jalan tertutup. Ke mana pun melihat—depan, belakang, kiri, dan kanan—yang terlihat hanya lah padang gurun tanpa jalan keluar. Kita berteriak sekuat-kuatnya, tetapi tidak ada yang mendengar. Dalam kondisi ini, kita merasa kesepian, hampa, sedih, sendiri, dan haus akan sesuatu yang dapat mengisi kekosongan dalam hati.Hari ini ada berita yang sangat menggembirakan bagi kita semua: sesungguhnya, dalam kekeringan, yang kita butuhkan hanya lah air. Hanya air yang dapat melegakan dan memberi kesegaran. Siapakah “air” itu? Dialah Allah kita, Allah di dalam Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib, menanggung dosa kita, menanggung beban hidup kita, dan menanggung malu kita. Dialah sumber air kehidupan yang dapat memuaskan dahaga jiwa kita, yang membawa ketenangan, damai sejahtera, dan kelegaan, bahkan ketika kita berada di padang gurun kehidupan. Meskipun persoalan kita masih ada, ada ketenangan dalam hidup ini, ada damai sejahtera, ada rasa aman di tengah kekeringan. Saudara, kiranya kisah Daud juga menjadi pengalaman kita. Jangan mencari pertolongan di luar Tuhan. Mintalah belas kasihan-Nya agar kita selalu rindu dan haus akan Dia. Sebab, ketika kita dahaga, kita hanya membutuhkan air yang melegakan—demikian pula, saat kita menghadapi tekanan hidup yang berat, yang seharusnya kita rindukan adalah Tuhan. Hanya Dialah satu-satunya pribadi yang dapat memberi kelegaan, kepuasan, ketenangan, dan damai yang sejati.Kelegaan yang sesungguhnya hanya ada pada Tuhan YesusDatanglah pada-Nya, alamilah sendiri arti kepuasan yang sejatiPertanyaan untun direnungkan:1. Apa penghalang anda mencari Tuhan? Maukah saudara mencari Tuhan dengan segenap hatimu, apa pun kondisi hidupmu ?2. Siapakah sumber kepuasaan yang sejati dalam hidupmu ? jika bukan Tuhan sampai kapan pun saudara tidak akan ada kepuasan, maukah mulai saat ini saudara selalu datang pada Tuhan, berseru, memohon dan berserah pada Tuhan ? alami sendiri kuasa kasih Tuhan dalam hidupmu.
Embed this episode
NOW PLAYING
23-3-2025 - Lega (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.