24-3-2025 - Makna Hidup yang Sesungguhnya (PST GKJ Bahasa Indonesia) episode artwork

EPISODE · Mar 23, 2025 · 7 MIN

24-3-2025 - Makna Hidup yang Sesungguhnya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : 2 Korintus 5:15Penulis : G.I. Erni TilaarSebuah kisah nyata yang sangat menyentuh hati banyak orang. Seorang ibu memiliki anak satu-satunya, dan ketika anak itu berusia dua tahun, sang ayah dipanggil Tuhan. Sejak saat itu, anaknya menjadi satu-satunya penyemangat hidupnya. Dengan penuh ketekunan, ia bekerja keras mencari nafkah agar anaknya dapat tumbuh dengan baik. Ia menjaga, melindungi, dan merawatnya dengan sepenuh hati, karena bagi ibu ini, anaknya adalah harta yang paling berharga. Namun, suatu hari musibah menimpa mereka. Saat anaknya tertidur lelap di rumah, sang ibu yang harus pergi sebentar menitipkan pesan kepada tetangganya agar jika anaknya bangun dan mencarinya, ia tidak merasa takut karena ada tetangga yang akan menjaganya. Namun, musibah datang—rumah mereka terbakar hebat, dan saat api mulai membesar, anak itu masih tertidur. Para tetangga tidak berani mengambil risiko menerobos masuk untuk menyelamatkannya, sementara orang-orang di sekitar hanya bisa berteriak panik. Tanpa ragu, ibu ini segera melepaskan dagangannya dan berlari menerobos kobaran api, meskipun banyak yang berusaha melarangnya. Ia masuk ke dalam rumah yang terbakar, menggendong anaknya, dan membawanya keluar dengan segenap kekuatan. Anaknya selamat, tetapi wajah ibunya terbakar parah hingga mengalami cacat seumur hidup. Namun, baginya itu bukan masalah. Yang terpenting adalah anaknya selamat. Bagi ibu ini, hidupnya sangat berarti bagi anaknya, dan pengorbanannya tidak sia-sia—karena ada kebahagiaan dalam memberikan hidupnya bagi sang buah hati. Saudara, bukankah Kristus sudah mati bagi kita? Ia rela berkorban supaya kita hidup, membayar mahal dengan darah-Nya untuk menebus dosa kita, dan menyelamatkan hidup kita. Seharusnya kitalah yang menanggung hukuman maut, tetapi Yesus telah membayarnya lunas dengan darah-Nya yang mahal, karena Ia begitu mengasihi kita. Ia rela menderita supaya hidup kita bahagia, dan karena Kristus, hidup kita menjadi berarti dan bermakna. Yesus tidak memikirkan diri-Nya sendiri; Ia rela dipermalukan demi kita, mengampuni kita, dan tidak mengingat-ingat dosa kita lagi. Itu berarti Yesus melakukan semua itu demi kita, untuk kita, dan Ia juga rindu agar melalui kita, banyak orang dapat mengalami kasih Allah seperti yang telah kita alami. Itulah makna hidup yang sesungguhnya. Kita sudah mengalami kasih Tuhan—Ia mengampuni kita, menerima kita apa adanya, dan memberkati kita. Terlalu banyak perbuatan Tuhan yang ajaib yang telah kita alami.Tuhan merindukan kita juga membagi kasih kepada orang lain. Kita diselamatkan supaya menjadi saluran berkat. Makna hidup yang sesungguhnya adalah “diberkati untuk menjadi berkat.” Apa gunanya hidup jika hanya untuk diri sendiri? Jika kita hanya sibuk mencari kepuasan dan memperkaya diri, apa artinya hidup ini? Kristus menyelamatkan kita bukan untuk hidup dalam keegoisan. Dunia ini tidak akan pernah memuaskan kita. Namun, saat kita mulai berbagi—melalui kehidupan, harta, dan kesaksian kita—ada sukacita yang tiada tara. Kita rindu menjadi berkat, berbagi pengalaman iman, dan menceritakan kasih Tuhan. Itulah makna hidup yang sesungguhnya. Seperti Kristus yang rela datang ke dunia walau harus menderita, demikian juga hidup kita, bukan lagi untuk diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan memberkati.Kejarlah makna hidup yang sesungguhnya yaitu Memuliakan Tuhan dan menjadi saluran berkat buat semua orang.Pertanyaan untuk direnungkan1. Apakah selama ini waktu habis hanya untuk dirimu sendiri ? pikirkan dan renungkan karya Kristus di atas kayu salib. Kiranya kita bisa menjadi saluran berkat buat orang di sekitar kita, sehingga boleh juga mengalami keselamatan.2. Coba renungkan sejenak, hidup ini sementara, kita tidak tahu kapan Tuhan memanggil kita, selagi masih ada kesempatan saudara bisa menjadi saluran berkat. Berdoalah apa yang Tuhan taruh dihatimu saat ini, lakukanlah !

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Mar 23, 2025

Embed this episode

NOW PLAYING

24-3-2025 - Makna Hidup yang Sesungguhnya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

0:00 7:30

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta?

This episode is 7 minutes long.

When was this Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta episode published?

This episode was published on March 23, 2025.

Can I download this Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!