EPISODE · Mar 24, 2025 · 7 MIN
25-3-2025 - Semuanya Sia-Sia! (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Pengkhotbah 2:22-23Penulis : G.I. Erni TilaarSaya mengenal dekat dengan sebuah keluarga. Secara materi mereka punya segalanya. Berdua pasangan suami istri pekerja keras. Mereka memulai usaha mereka dari nol. Sampai akhirnya dari tidak punya apa-apa, motor, mobil, rumah dan banyak lagi aset yang mereka punya. Semua mereka dapati karena mereka bekerja dengan sangat giat. Tetap sangat disayangkan adalah, mereka melupakan sesuatu yang sangat penting yang tidak bisa dibeli dengan uang, yaitu sebuah relasi dalam keluarga. Tidak lagi seperti awal mereka berumah tangga. Istri tunduk dan hormat kepada suami, suami yang begitu mengasihi istri. Anak-anak mereka juga punya kesibukan, sulit sekali mereka punya waktu lagi untuk makan bersama, sulit mereka waktu untuk ke gereja beribadah, apalagi untuk melayani Tuhan. Sibuk mencari materi, padahal materi mereka sudah lebih dari cukup. Mereka kehilangan sebuah relasi dengan Tuhan, dan pasti akan berdampak relasi di dalam keluarga. Akhirnya apa artinya punya uang banyak ? apa artinya kekayaan yang dicari-cari selama ini kalau akhirnya membuat kita jauh dari Tuhan sang sumber berkat itu, apa artinya punya segalanya tapi relasi dengan pasangan hidup jadi tawar, anak terasa jauh. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita semua bahwa banyak orang bekerja begitu keras mengejar kesuksesan, tetapi justru semakin jauh dari Tuhan, hingga akhirnya merasakan kehampaan dalam hati mereka. Tidak salah bekerja dengan giat dan rajin, karena pekerjaan adalah berkat yang Tuhan percayakan kepada kita. Namun, itu bukan berarti kita boleh melupakan Tuhan. Jangan sampai kesibukan membuat kita tidak memiliki waktu untuk membaca Firman Tuhan, berdoa, pergi ke gereja, bahkan melayani Tuhan. Untuk apa semua berkat yang Tuhan berikan kepada kita jika akhirnya justru menjauhkan kita dari-Nya? Bukankah berkat itu seharusnya menjadi bonus agar kita dapat menjadi berkat bagi orang lain? Seharusnya berkat yang kita terima semakin mendekatkan kita kepada Tuhan dan mendorong kita untuk lebih giat melayani-Nya. Seperti yang tertulis dalam Pengkhotbah 12:13, “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” Saudara, tidak kata terlambat untuk kembali menata waktu kita. Kembalilah, berbalik, kembalilah mendekatkan diri dengan Tuhan sang pemberi berkat. Bangun kembali relasimu dengan Tuhan, ambil waktu tenang bersama Tuhan, agar saudara bisa diberikan hikmat oleh Tuhan untuk menikmati kekayaan yang saudara miliki, sehingga nama Tuhan dimuliakan melalui kekayaanmu. Ada sukacita dan damai sejahtera dalam menikmati hidupmu. Karena sesungguhnya makna hidup bukan karena harta kekayaanmu, tapi makna hidup yang sesungguhnya hanya ada dalam Tuhan Yesus Kristus. Waktu relasimu dengan Tuhan dibangun kembali, relasimu dengan pasanganmu pun akan terbangun hangat, relasimu dengan anak-anakmu, dengan orang-orang di sekitarmu juga akan terbangun hangat. Mulailah dari saudara pribadi dengan Tuhan. Makna hidup yang sesungguhnya bukan terlekat pada kekayaanmu, kepintaranmu, tapi makna hidup hanya bisa kita temukan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pertanyaan untuk direnungkan1. Coba renungkan, mungkin selama ini yang saudara kejar adalah uang, uang dan uang. Tidak salah dengan uang, tapi apakah karena mencari uang saudara sudah tidak punya waktu ke gereja, melayani Tuhan bahkan tidak waktu untuk keluargamu ? apa artinya hartamu jika membuatmu kehilangan waktu dengan Tuhan ? 2. Uang itu penting, tapi tahukan saudara siapa yang memberikan semua itu ? kalau bukan Tuhan memberikan kesehatan supaya kita bisa kerja. Maukah saudara memberikan tempat yang paling istimewa buat sang pemberi berkat yaitu Tuhan ? waktu ke gereja, waktu melayani Tuhan dan waktu untuk keluarga ? itulah makna hidup yang sesungguhnya.
Embed this episode
NOW PLAYING
25-3-2025 - Semuanya Sia-Sia! (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.