EPISODE · Apr 25, 2025 · 4 MIN
26-4-2025 - Hidup Dalam Pengharapan Injil (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : 1 Petrus 1:3-5Penulis : Pdt. Lukas PhangAdik perempuan saya menderita kanker tulang yang ganas. Setelah bertahan dalam pengobatan selama satu setengah tahun, penyakitnya makin parah. Di hari ia merasa tidak sanggup lagi bertahan, ia minta masuk rumah sakit di Singkawang. Saya mendatangi rumah sakit dan mendampingi dia. Dengan suara yang terbata-bata dan sesak ia berusaha menyampaikan pesan-pesan terakhirnya. Ia pertama berterima kasih kepada Saudara-saudaranya yang telah berusaha mengobatinya walaupun tidak dapat disembuhkan. Ia berpesan supaya ayahnya juga boleh percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika sesaknya makin parah, ia mengatakan “sampai kita bertemu kembali di rumah Bapa di sorga”. Itulah kalimat terakhir yang ia ucapkan sebagai anak Tuhan yang telah memiliki pengharapan dan keselamatan dalam Kristus. Dalam hari ini, Petrus mengatakan Allah telah melahirkan kembali orang percaya melalui kebangkitan Kristus kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (ay. 3). Ini bukan sekadar pengharapan duniawi yang sementara, melainkan pengharapan sorgawi. Orang percaya akan memiliki warisan yang tidak binasa, tidak cemar dan tidak layu yang disimpan di sorga bagi orang yang percaya (ay. 4). Ini menunjukkan keselamatan yang Tuhan berikan pada orang percaya adalah sesuatu yang pasti dan tidak dapat diambil oleh siapa pun. Keselamatan ini dijaga oleh kuasa Allah melalui iman, hingga kita menerimanya secara penuh di akhir zaman (ay. 5). Pada waktu Tuhan Yesus datang kembali kita semua akan hidup bersama dengan Dia. Bukan sementara tapi kekal selama-lamanya. Inilah pengharapan kita sesuai dengan Injil yang kita percayai.Kita bersyukur kepada Tuhan yang memberi kita pengharapan yang kekal. Hidup kita telah terjamin bukan hanya di hidup ini tapi juga kehidupan yang akan datang. Karena itu, hidup kita sebagai orang yang telah memiliki pengharapan yang kekal, harus berbeda dengan orang lain. Kita harus hidup lebih semangat dari orang lain, dalam bekerja, melayani, belajar dan lain-lain. Bahkan kita harus memberi yang terbaik dari waktu, tenaga, talenta dan keuangan kita untuk pekerjaan-Nya. Kita bukan hanya berinvestasi dalam dunia ini saja, tapi juga berinvestasi untuk kekekalan. “Karena kita telah memiliki pengharapan hidup kekal maka hidup kita harus berbeda dengan orang yang belum percaya”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Mengapa kita bisa mendapatkan pengharapan yang kekal ini?2. Bagaimana caranya supaya di tengah berbagai persoalan hidup, kita tetap memiliki pengharapan yang kekal?
Embed this episode
NOW PLAYING
26-4-2025 - Hidup Dalam Pengharapan Injil (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.