EPISODE · Sep 26, 2025 · 5 MIN
27-9-2025 - Janda Miskin (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Markus 12:41-44Penulis : Pdt. Firdaus Lie Saya pernah menyaksikan di YouTube tentang seorang janda miskin bersama anaknya di area parkir mobil yang ingin melunasi biaya sekolah anaknya dengan seluruh uang tabungan yang mereka miliki. Tiba-tiba handphonenya berbunyi, ada debt collector menagih hutang kredit rumah yang telah jatuh tempo. Pada waktu yang sama, ia melihat seorang pria miskin datang menghampiri tanpa alas kaki, mengenakan baju lusuh yang banyak robek di bagian pinggirnya, dan meminta sedekah. Dengan senyuman lembut, janda miskin itu mengeluarkan sebagian uangnya lalu memberikan kepada pria miskin itu. Pria itu menerimanya dengan tangan gemetar dan penuh ucapan terima kasih. Peristiwa ini langsung mengingatkan saya pada kisah persembahan janda miskin di Bait Allah yang disaksikan oleh Tuhan Yesus.Sejak awal Injil Markus mencatat adanya ketegangan antara para ahli Taurat dengan Tuhan Yesus (Mrk. 1:27). Ketegangan itu terus berlanjut hingga pada bacaan hari ini mengenai persembahan seorang janda miskin. Tokoh yang tidak disebutkan namanya ini diperhatikan, diamati, bahkan dipuji oleh Yesus ketika memberi persembahan di Bait Allah. Yesus mengajar murid-murid-Nya tentang sikap yang benar dalam memberi persembahan. Ia berkata, “janda miskin ini telah memberikan lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.” Orang-orang kaya memang memberi dalam jumlah besar, tetapi itu adalah dari kelimpahannya, bahkan bisa disebut hanya “sisanya.” Sedangkan ayat 42 mencatat janda miskin itu memberi hanya dua peser (lepton), uang logam tipis dan kecil pada zaman itu, namun nilainya sama dengan upah seorang pekerja dalam sehari. Dengan demikian, ia memberikan seratus persen dari seluruh penghasilan hari itu, bahkan dari kekurangannya, dengan ikhlas, tulus, dan jujur.Karena itu, marilah kita yang sudah menerima kasih karunia Allah, rela memberi sama seperti Tuhan Yesus yang telah memberikan seluruh hidup-Nya. Belajarlah dari teladan janda miskin yang memberi bukan dari kelimpahan, melainkan dari kekurangannya, dengan segenap hati. Mari kita memberikan persembahan terbaik kepada Tuhan dalam setiap kesempatan, bukan sekadar dari apa yang berlebih, melainkan dari hati yang bersyukur. Kiranya kesadaran akan kasih Allah yang telah menyelamatkan kita selalu mendorong kita memberi dengan sukacita dan penuh hormat. Persembahan bukan hanya berupa materi, tetapi juga seluruh hidup kita untuk memuliakan Tuhan.“Persembahan sejati bukan tentang apa yang keluar dari dompet, tetapi apa yang keluar dari hati”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Coba jelaskan mengapa Tuhan Yesus memuji persembahan janda miskin dan tidak kepada orang-orang kaya? 2. Sebutkan apa alasanya Anda harus memberi persembahan dengan tulus dan Ikhlas!
Embed this episode
NOW PLAYING
27-9-2025 - Janda Miskin (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.