EPISODE · Aug 2, 2026 · 4 MIN
3-8-2026 - Harapan Di Tengah Penderitaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Mazmur 43:1-5Penulis : Pdt. Faoziduhu LahaguSeorang kapten kapal sedang berlayar ketika kabut yang sangat tebal turun. Jarak pandang hanya beberapa meter. Para awak kapal mulai panik karena mereka tidak melihat daratan, pelabuhan, atau bahkan kapal lain. Namun sang kapten tetap tenang. Ia tidak mengandalkan apa yang dapat dilihat matanya. Ia mengandalkan kompas dan peta navigasi yang menunjukkan arah yang benar. Setelah berjam-jam menembus kabut, akhirnya mereka tiba dengan selamat. Kapten itu berkata: "Kabut tidak pernah mengubah posisi pelabuhan. Kabut hanya membuat kita tidak bisa melihatnya." Demikian juga dalam penderitaan. Penderitaan sering membuat kita tidak dapat melihat pertolongan Tuhan. Kita merasa sendirian, bingung, bahkan bertanya-tanya mengapa Tuhan seakan menjauh. Namun seperti pelabuhan yang tetap ada di balik kabut, Tuhan tetap bekerja sekalipun kita tidak dapat melihat-Nya. Pemazmur mengungkapkan kelagalauan hidupnya kepada Allah. Ia mengalami intimidasi dari orang-orang fasik (ayat 1), ia tertekan karena musuh-musuhnya (ayat 2b), dan ia merasa gelisah dan tertekan karena pergumulan dan penderitaan yang dialaminya. Namun dalam kondisi yang menderita. Pemazmur masih manaruh harapannya kepada Allah. Ia percaya bahwa Allah adalah tempat pengungsiannya (ayat 2a), Ia yakin bahwa Allah adalah penolong bagi hidupnya (ayat 5b). Ia mengenal dengan jelas siapa sumber pengharapannya, Ia berkata “Allahku.” Berdasarkan pengharapan yang kuat itulah, pemazmur kemudian memohon pertolongan Allah agar Ia mendapatkan keadilan, Allah memperjuangkan perkaranya dan ia menghampiri Allah di mezbah-Nya dengan sukacita dan kegembiraan disertai ucapan syukur di hadapan-Nya. Tidak ada pengharapan yang lebih kuat dan besar selain menaruh harap kepada Allah. Seringkali kita berhenti berharap karena tekanan dan kesulitan hidup yang berat. Kesukaran dan pergumulan hidup seringkali membuat kita kehilangan harapan. Jika kita berharap kepada Allah, maka kita tidak akan pernah berhenti berdoa dan memohon anugerah-Nya ditengah penderitaan kita. Orang-orang yang menghampiri Allah dalam kekudusan-Nya adalah mereka yang mengenal Dia, meyakini kuasa-Nya dan terus menerus mengalami sukacita dan kegembiraan hidup oleh karena harapan mereka tidak pernah hilang. Adakah kita saat ini masih menaruh harap ketika sakit penyakit menyerang? Pergumulan ekonomi menekan atau ketika kehilangan banyak hal yang berharga dalam hidup? “Tetap berharap kepada Allah di tengah penderitaan”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Dalam pergumulan yang sedang saya hadapi, apakah saya tetap datang kepada Allah dengan doa dan pengharapan, atau saya mulai kehilangan harapan kepada-Nya?2. Mengapa kita dapat mengatakan Tuhan baik meskipun saat ini kita belum melihat jalan keluar dari penderitaan yang kita alami?
Embed this episode
Ready to play
3-8-2026 - Harapan Di Tengah Penderitaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.