EPISODE · May 30, 2025 · 6 MIN
31-5-2025 - Gelas Yang Penuh (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Markus 10:17-27Penulis : G.I. RinnaSeperti gelas yang sudah penuh dan tidak bisa diisi lagi, hati manusia yang sombong atau terikat pada dunia dapat menutup diri dari anugerah dan pimpinan Tuhan. Dalam 17b, seorang kaya datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Sekilas, pertanyaan ini tampak tulus, tetapi responsnya kemudian mengungkapkan isi hatinya yang sesungguhnya. Yesus menantangnya untuk menjual segala miliknya, membagikannya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya. Namun, orang kaya itu pergi dengan sedih karena ia memiliki banyak harta. Kekayaannya bukanlah dosa, tetapi hatinya lebih terikat pada harta daripada pada Tuhan. Ia ingin memperoleh hidup kekal, tetapi tidak mau melepaskan apa yang menguasai hatinya.Orang ini seperti gelas yang penuh. Ia datang kepada Yesus, tetapi hatinya sudah dipenuhi oleh kekayaan dan kepercayaan pada dirinya sendiri. Seperti gelas yang tidak bisa diisi lagi, hati yang penuh dengan kesombongan atau keterikatan duniawi tidak dapat menerima anugerah Allah. Untuk sungguh-sungguh menerima hidup kekal, kita harus mengosongkan diri, melepaskan segala yang menghalangi kita untuk berserah kepada Tuhan. C.S. Lewis pernah berkata, "Orang yang sombong selalu melihat ke bawah pada segala sesuatu dan orang lain; dan tentu saja, selama kamu terus melihat ke bawah, kamu tidak akan bisa melihat sesuatu yang ada di atasmu." Kesombongan adalah dosa utama yang menjauhkan kita dari Tuhan.Namun, meskipun demikian, Tuhan tetap mengasihi kita dan rindu menyelamatkan kita. Ia ingin kita menjadi anak-anak-Nya, bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan berserah sepenuhnya kepada-Nya. Kerendahan hati muncul ketika kita menyadari keagungan dan kekudusan Tuhan serta betapa berdosanya kita di hadapan-Nya. Tidak ada yang dapat kita lakukan—bahkan menaati hukum Tuhan sekalipun—yang dapat membuat kita layak di hadapan-Nya. Kita sepenuhnya bergantung pada anugerah dan belas kasihan-Nya.“Mari kita belajar untuk mengosongkan diri, agar kita dapat dipenuhi oleh anugerah-Nya.”Pertanyaan untuk Direnungkan:1. Adakah hal dalam hidup yang terlalu saya genggam hingga menghalangi saya untuk berserah sepenuhnya kepada Tuhan? Apakah itu?2. Bagaimana saya dapat belajar mengosongkan diri dari kesombongan dan keterikatan dunia agar anugerah Tuhan benar-benar memenuhi hati saya?
Embed this episode
NOW PLAYING
31-5-2025 - Gelas Yang Penuh (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.