EPISODE · Nov 4, 2025 · 4 MIN
5-11-2025 - Healing (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Markus 6:31-32Penulis : Pdt. Ang Tjoe MioDalam bukunya Life and Legacy, Ann dan Edmund Chan mengoreksi pemahaman yang salah mengenai istirahat. Istirahat sering disalahartikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan menunjukkan kelambanan. Selain itu beristirahat juga dianggap bertentangan dengan kesetiaan dan dedikasi. Istirahat juga disalahartikan sebagai istirahat secara fisik saja dan bukan tentang rohani. Istirahat diartikan sebagai liburan, tidur, rekreasi, atau yang sering diserukan oleh kaum Gen-Z sebagai “healing”.Padahal Ann dan Edmund Chan menyatakan; A place for needed solitude and quietness. We cannot run on “performance without rest”. Kita jangan sampai keliru mengartikan beristirahat yang dimaksudkan dalam Markus 6:31-32 sebagai tempat untuk meletakkan kemalasan dan hidup santai dalam dunia kerja atau pelayanan kita. Dengan benteng “healing” kita bersembunyi agar tidak banyak dituntut untuk mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan. Tentu Yesus tidak ingin kita menerapkannya seperti itu. Ia dan para murid-Nya sangat disibukkan oleh banyaknya orang yang datang untuk disembuhkan dari penyakit, diikat oleh roh-roh jahat atau Yesus yang mengajar orang banyak. Bila semua pekerjaan itu dikerjakan maka tidak akan ada waktu sama sekali untuk beristirahat, bahkan untuk makan pun mereka tidak ada waktu. Namun Yesus mengambil waktu yang tepat untuk berhenti seketika. Ia sengaja menyingkir agar bisa menyendiri dengan Bapa-Nya. Ia sadar bahwa keberadaan-Nya sebagai manusia harus bergantung penuh kepada Bapa-Nya. Beristirahat untuk memulihkan kekuatan fisik memang perlu, tetapi lebih dari itu pemulihan secara spiritual akan sangat menentukan performa kita.Waktu tenang, waktu menyendiri dan menyingkir dari segala hiruk pikuk kehidupan di sekeliling kita saat ini menjadi sangat sulit didapatkan. Namun bukan berarti tidak bisa. Kita harus mendisiplin diri untuk mengatur ritme antara kesibukan dengan banyak orang dan menyendiri dengan Tuhan. Menyendiri bersama Tuhan tidak harus pergi ke tempat yang jauh. Terkadang kita juga perlu berusaha menjauh dari gadget dan dari sosial media sementara waktu agar kita bisa fokus dengan Tuhan tanpa diinterupsi oleh berbagai notifikasi. Seperti Yesus yang tahu waktu untuk menyingkir, demikian juga kita tahu waktu untuk menyingkir dari hingar bingar sekeliling kita. Tujuannya tidak bukan agar kita kembali segar untuk tugas, pekerjaan dan pelayanan berikutnya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk dapat “healing” dalam hadirat-Nya.“Istirahat dan menyendiri bersama Allah adalah kebutuhan, bukan pilihan”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Bagaimana Anda mengartikan waktu sendiri bersama Allah di tengah kesibukan Anda?2. Apakah waktu bersama dengan Allah sudah menjadi kebutuhan jiwa Anda? Jika ya bagaimana Anda mewujudkannya?
Embed this episode
NOW PLAYING
5-11-2025 - Healing (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.