EPISODE · Mar 6, 2026 · 4 MIN
7-3-2026 - Beriman Saat Tuhan Terasa Jauh (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Yesaya 49:14-15Penulis : G.I. Pilipus FerdinandDalam kehidupan yang pasang surut, ada kalanya kita merasa Tuhan terasa jauh, dan doa-doa kita seolah hanya bergaung dalam keheningan. Dalam situasi seperti ini, tidak jarang hati kita menjadi gelisah, karena jawaban yang diharapkan tak kunjung datang. Pada saat seperti inilah, iman kita ditantang dengan sebuah pertanyaan besar: apakah kita tetap memegang keyakinan akan kasih dan kesetiaan Tuhan, atau perlahan memberi ruang bagi keraguan untuk menguasai pikiran dan perasaan kita?Pergumulan ini bukanlah hal yang baru, bangsa Israel pun pernah mengalaminya. Dalam nas hari ini, mereka mengeluh karena merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh Tuhan. Namun Tuhan menjawab umat-Nya itu dengan gambaran yang lembut sekaligus kuat, bahwa kasih-Nya kepada mereka melampaui kasih seorang ibu kepada anaknya. Bahkan jika seorang ibu dapat lupa akan anaknya, Tuhan menegaskan bahwa Ia tidak akan pernah melupakan umat-Nya. Firman ini menolong kita memahami bahwa perasaan ditinggalkan, tidak selalu mencerminkan kenyataan rohani yang sesungguhnya. Tuhan tetap setia, meskipun kehadiran-Nya tidak selalu dapat kita rasakan secara emosional. Justru di saat seperti ini, iman sedang dibentuk dan diarahkan untuk bertumpu pada janji Tuhan, bukan pada perasaan yang berubah-ubah. Ketika Tuhan terasa jauh, itu berarti Ia sedang mengundang kita untuk mengenal-Nya lebih dalam melalui firman-Nya. Sebab iman yang berakar pada firman Tuhan akan bertahan, sekalipun hati mengalami pasang surut emosi. Di sinilah iman belajar bertumbuh dari hanya sekadar sebuah perasaan, menjadi sebuah kepercayaan yang dewasa.Karena itu, ketika Tuhan terasa jauh, jangan berhenti mencari-Nya. Tetaplah datang kepada-Nya dalam doa, meski kata-kata terasa kering dan terbata. Teruslah membaca dan merenungkan firman-Nya, walaupun hati belum menemukan kelegaan. Percayalah, Tuhan tidak pernah melupakan Saudara, bahkan di tengah keheningan yang panjang. Ia tetap bekerja dengan cara yang mungkin belum kita pahami. Iman yang diuji dalam keheningan akan dimurnikan menjadi kepercayaan yang lebih dalam, lebih tenang, dan lebih teguh. Dari sana, kita belajar berjalan bersama Tuhan bukan karena apa yang kita rasakan, melainkan karena keyakinan akan kasih-Nya yang setia dan tidak pernah berubah.“Iman sejati belajar memercayai janji Tuhan, bahkan ketika kehadiran-Nya tidak terasa - Charles H. Spurgeon”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apa yang biasanya terjadi pada iman saya ketika Tuhan terasa jauh?2. Apa yang sedang saya pelajari tentang Tuhan melalui masa keheningan ini?
Embed this episode
NOW PLAYING
7-3-2026 - Beriman Saat Tuhan Terasa Jauh (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.