EPISODE · Jan 7, 2026 · 5 MIN
8-1-2026 - Prioritas Yang Diobati (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Yohanes 21:15-17Penulis : Pdt. Yuneari LaseSatu kali seorang pria muda merasa tubuhnya tidak karuan. Kepalanya pusing, tenggorokannya kering, dan seluruh persendiannya terasa nyeri. Ia mengukur suhu badannya: 39 derajat Celcius. Dengan perasaan cemas ia bergegas menemui dokter. Dia berkata kepada dokter, “Dok, saya demam tinggi. Tolong obati demam saya.” Dokter yang bijak tidak serta-merta mengambilkan parasetamol. Ia melakukan pemeriksaan yang lebih dalam. Ia memeriksa detak jantungnya, memeriksa tenggorokannya yang memerah, dan mendengarkan keluhannya. Akhirnya, sang dokter berkata, “Demam ini bukan penyakitnya. Demam hanyalah gejala. Tubuhmu sedang memberi sinyal bahwa ada infeksi bakteri di amandelmu. Jika kita hanya menurunkan demamnya, akar penyakitnya akan semakin menjadi. Prioritas kita bukan mengobati demamnya, tetapi mengobati sumber infeksinya. Suntikan antibiotik pun diberikan. Keesokan harinya, demamnya turun. Ketika sumber penyakitnya diobati, gejalanya pun lenyap.Dalam hidup ini, iman, kita sering kali seperti pria itu. Kita datang kepada Tuhan dengan "gejala-gejala" kegagalan dan dosa kita, seperti penyangkalannya Petrus. Kita fokus pada rasa bersalah, ketakutan, kecemasan pada reputasi yang rusak, penilaian orang lain. Kita memohon kepada Tuhan untuk segera mengobati semua perasaan tersebut. Tetapi Tuhan Yesus, seperti dokter yang bijaksana, melihat melampaui gejala-gejala itu. Sama halnya dengan yang dilakukan Tuhan Yesus kepada Petrus yang pernah menyangkal-Nya tiga kali, dan kini Dia bertanya tiga kali: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Inilah momen prioritas yang diobati — dari perasaan gagal, takut, cemas, malu menjadi perasaan yang penuh kasih. Tuhan Yesus tidak menolak Petrus karena pernah menyangkali-Nya, melainkan menolongnya dengan mengobati hatinya yang rusak. Prioritas Petrus sebelumnya adalah dirinya sendiri, kini diobati oleh kasih Yesus yang tidak bersyarat. Seorang pendeta muda pernah jatuh dalam keputusasaan karena merasa gagal membangun jemaat. Ia meninggalkan pelayanan, merasa Tuhan marah kepadanya. Suatu hari, saat berjalan di tepi danau, ia membaca Yohanes 21 ini. Ia menangis ketika membaca kalimat Yesus, Apakah engkau mengasihi Aku? Bukan, apakah engkau masih sanggup berkhotbah? Bukan, Apakah engkau bisa melayani lagi? Melainkan, Apakah engkau mengasihi Aku? Hari itu ia menulis di jurnalnya: Yesus tidak butuh bukti kesetiaanku, Ia hanya ingin hatiku pulih. Dan di situlah prioritasnya yang sakit disembuhkan. Pertanyaan yang sama juga diajukan Tuhan Yesus kepada kita dengan segala keadaan yang kita alami, “Apakah engkau mengasihi Aku?”“Pemulihan sejati dimulai ketika kasih kepada Kristus dikembalikan ke tempat yang seharusnya.”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Bagaimana dengan kondisi hati Anda saat ini yang menghalangi Anda untuk mengasihi Tuhan?2. Bagaimana cara Tuhan menolong Anda untuk dapat kembali mengasihi Dia?
Embed this episode
NOW PLAYING
8-1-2026 - Prioritas Yang Diobati (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.