EPISODE · Jun 7, 2025 · 3 MIN
8-6-2025 - Jangan Mendustai Roh Kudus (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 5:1-3Penulis : G.I. Daniel KristiawanDalam dunia medis, istilah silent killer sering digunakan untuk menggambarkan penyakit yang tidak menunjukkan gejala di awal, namun perlahan merusak tubuh dan bisa berujung kematian. Hipertensi, kolesterol tinggi, atau kanker stadium awal sering kali tidak terasa. Seseorang bisa tampak sehat, aktif, bahkan ceria, padahal di dalam tubuhnya penyakit sedang berkembang diam-diam. Ketika akhirnya terdeteksi, semuanya sudah terlambat. Kondisi ini mirip dengan dosa tersembunyi. Dari luar seseorang bisa terlihat saleh, rohani, bahkan aktif dalam pelayanan. Namun jika hatinya menyimpan kepura-puraan atau keinginan untuk menipu Tuhan, itu seperti silent killer bagi kerohaniannya.Kisah Ananias dan Safira di Kisah Para Rasul 5 memperlihatkan betapa bahayanya ketika penampilan luar dianggap lebih penting daripada ketulusan hati. Mereka ingin terlihat rohani seperti Barnabas yang telah memberi dengan tulus, namun sayangnya mereka melakukan dengan kebohongan. Kesalahan Ananias dan Safira bukan terletak pada jumlah yang diberikan, sebab mereka bebas untuk memberi sebagian, sepenuhnya atau bahkan tidak sama sekali. Titik permasalahannya ialah kepura-puraan mereka di hadapan Allah. Mereka berdusta untuk membangun citra diri yang saleh, supaya dipandang baik oleh jemaat. Petrus dengan tajam menegur perilaku mereka, bahwa mereka tidak berdusta kepada manusia, melainkan kepada Roh Kudus (ay. 3-4). Kisah ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang kudus, yang mengenal isi hati dan tidak bisa ditipu. Mereka tidak dipaksa untuk memberi, tetapi ketika mereka memilih untuk memberi, Tuhan menuntut sebuah ketulusan. Kepura-puraan meskipun tampak ‘sepele’ di mata manusia, tetapi di hadapan Allah, itu adalah bentuk pendustaan terhadap kebenaran dan kekudusan. Allah tidak terkesan oleh citra saleh yang kita tampilkan di depan orang lain. Tuhan tidak melihat seberapa besar yang kita beri, tapi seberapa murni hati saat memberi. Tuhan lebih menghargai kejujuran hati dibandingkan penampilan lahiriah. “Biar lah setiap tindakan kita lahir dari hati yang benar, bukan demi terlihat benar di mata manusia.”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Adakah bagian dalam hidup Anda yang masih Anda tutupi, seolah Tuhan tidak melihatnya?2. Apakah Anda lebih sibuk membangun citra rohani daripada sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran dan kekudusan?
Embed this episode
NOW PLAYING
8-6-2025 - Jangan Mendustai Roh Kudus (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.