EPISODE · Aug 7, 2026 · 5 MIN
8-8-2026 - Kepedulian-Nya Dalam Penderitaanku (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
0Nats Alkitab : Markus 4:35-41Penulis : Pdt. Faoziduhu LahaguHoratio Spafford adalah seorang pengusaha yang mengalami penderitaan bertubi-tubi dalam keluarganya. Ia kehilangan hartanya dalam Kebakaran Besar Chicago tahun 1871. Beberapa tahun kemudian, empat anak perempuannya meninggal ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Samudra Atlantik. Ketika berlayar melewati lokasi tenggelamnya kapal itu, Spafford terinspirasi untuk menulis lagu yang kemudian begitu terkenal "It Is Well with My Soul" (Nyamanlah Jiwaku). Setiap kita dapat menghadapi masa yang sulit, berat dan sukar. Seperti angin keras yang bertiup dengan kencang dan ganas, demikianlah penderitaan yang kita alami dalam hidup. Disaat demikian kita mungkin tidak akan merasa damai dan tenang. Hal yang sama dialami oleh para murid. Ketika mereka sedang berlayar bersama dengan Tuhan Yesus, mengamuklah topan yang dahsyat. Kata yang dipakai untuk "topan" adalah λαῖλαψ (lailaps). Ini bukanlah angin atau hujan biasa. Maknanya menunjuk kepada badai yang ganas, angin ribut yang mengamuk, pusaran angin yang membahayakan dan mengancam keselamatan bahkan dapat menghancurkan kapal. Para murid adalah nelayan berpengalaman yang terbiasa dengan Danau Galilea. Namun jika mereka sampai takut binasa, berarti badai itu benar-benar mengerikan. Namun ditengah ketakutan itu mereka berkata kepada Yesus, “tidak pedulikah Engkau.” artinya tidak memperhatikan, tidak memedulikan, tidak merasa bertanggung jawab atau tidak menganggap sesuatu penting. Alih-alih percaya dengan kehandiran Kristus bersama mereka ditengah badai, mereka justru mempertanyakan kepedulian-Nya. Kunci persoalannya adalah karena mereka masih belum sepenuhnya percaya kepada-Nya bahwa dalam badai yang menerjang itu kehadiran-Nya seharusnya mendatangkan rasa aman, tenang dan damai. Sebab bukan hanya Dia berkuasa atas alam tetapi Ia juga mempedulikan kehidupan anak-anak-Nya yang sedang menderita. Dalam kesukaran dan penderitaan, ada saatnya kita mempertanyakan kepedulian Allah. Kita tahu bahwa Ia hadir bersama kita, kita bahkan begitu dekat dengan Dia. Namun beratnya kesukaran dan kesulitan yang kita alami membuat kita berpikir bahwa Ia tidak bertanggung jawab dan tidak memperhatikan kesusahan kita. Kita berpikir bahwa “Ia tertidur” Padahal Firman Tuhan berkata dalam Mazmur 121:4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Namun beban hidup yang menekan membuat kita menjadi kurang percaya dan menganggap Dia membiarkan kita berjuang sendiri dalam menghadapi kehidupan yang sukar dan berat. Adakah hari ini kita menaruh percaya kepada-Nya ditengah pergumulan dan penderitaan yang kita alami? Sehingga kita masih bisa tenang dan berkata “nyamanlah hai jiwaku?”"Jika Kristus ada di perahumu, engkau tidak pernah menghadapi badai seorang diri."Pertanyaan untuk direnungkan:1. Hal apa yang biasanya membuat Anda meragukan kepedulian Tuhan saat menderita? 2. Apakah bukti bahwa Tuhan tetap menyertai Anda di tengah penderitaan?
Embed this episode
Ready to play
8-8-2026 - Kepedulian-Nya Dalam Penderitaanku (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.