EPISODE · May 8, 2025 · 4 MIN
9-5-2025 - Hidup Dengan Rasa Aman (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Mazmur 27:1-3Penulis : Pdt. Elisa IstiantoAgak mengejutkan bagi para pelancong ketika tiba di Jakarta. Sebagian besar rumah-rumah berpagar tinggi dan jalan masuk gang-gang atau lorong-lorong perkotaan dipenuhi dengan portal besi atau pintu-pintu besar yang ditutup pada jam malam. Apa artinya semuanya itu, demikian pikir seorang wisatawan yang datang dari negara yang relatif aman. Bagi warga Indonesia, itu perlu, karena di negeri ini tidak ada jaminan keamanan. Kami ingin hidup aman dan tidak terganggu. Di dalam hati setiap orang terdapat kerinduan yang besar akan keamanan. Namun ada banyak manusia membangun rasa aman yang palsu. Sayangnya, rasa aman yang palsu menghasilkan ketenteraman yang palsu pula. Keamanan yang palsu dapat terlihat dari mereka yang mengandalkan kekayaannya. Tuhan berkata lewat amsal, “Siapa yang mengandalkan kekayaannya, akan jatuh” (Amsal 11:28). Selain itu, manusia juga memiliki kecenderungan untuk mengaitkan kuasa Ilahi dengan benda mati buatan manusia. Benda-benda ini kemudian dihormati sebagai sumber rasa aman. Namun Tuhan sekali lagi memperingatkan, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya manusia fana, dan yang hatinya menjauh dari TUHAN (Yeremia 17:5). Rasa aman didapat dengan membangun hidup kita di seputar hal-hal yang tidak dapat hilang atau binasa. Dan karena itu Allah dan Firman-Nya saja yang menjadi dasar keamanan kita. Mazmur 61:4 berkata, “Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.” Aman adalah mengetahui bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang (Mzm. 125:1). Orang yang benar-benar merasa aman adalah orang yang bebas dari ketakutan dan memiliki damai sejahtera dalam batinnya. Mereka yang merasa tidak aman menjalani hidup penuh kekhawatiran. Kekhawatiran sering kali timbul dari keinginan kita untuk memegang kendali atas apa yang akan terjadi. Rick Warren pernah berkata, "Damai sejahtera datang ketika kita melepaskan kendali kepada Tuhan." Karena itu, Tuhan mengundang kita untuk menyerahkan sepenuhnya hidup ke dalam tangan-Nya yang penuh kuasa."Rasa aman sejati bukan dari situasi, tapi dari siapa yang menyertai."Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah saudara saat ini sedang mengandalkan rasa aman yang palsu? Mulailah hari dengan doa penyerahan diri kepada Tuhan, meminta damai-Nya menggantikan rasa aman yang palsu dengan yang sejati.2. Apakah suadara berdoa untuk hal-hal jasmani semata atau berdoa agar hidup lebih dekat dengan Tuhan? Mana yang lebih menjadi prioritas Anda?
Embed this episode
NOW PLAYING
9-5-2025 - Hidup Dengan Rasa Aman (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.