EPISODE · Jun 13, 2026 · 10 MIN
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-11, 14 Juni 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Keluaran 19: 2-6a; Mazmur tg 100: 2.3.5; Roma 5: 6-11; Matius 9: 35 - 10:8.DIPANGGIL UNTUK DIUTUS, DIUTUS KARENA DIPANGGIL Tema renungan kita pada hari Minggu ini ialah:Dipanggil Untuk Diutus, Diutus Karena Dipanggil. Dalam kehidupan iman,sering kali kita berbicara tentang panggilan dan perutusan seolah-olah keduanyamerupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya tidak dapat dipisahkan.Panggilan tanpa perutusan akan kehilangan arah, sedangkan perutusan tanpa panggilanakan kehilangan dasar dan makna. Ketika Tuhan memanggil seseorang, di dalampanggilan itu sudah tersimpan tugas yang harus dijalankan. Sebaliknya, ketikaTuhan mengutus seseorang, perutusan itu lahir karena sebelumnya Tuhan telahmemanggil dan memilihnya. Kitab Suci menunjukkan kenyataan ini berulang kali.Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya dan sekaligus diutus menjadiberkat bagi banyak bangsa. Musa dipanggil melalui semak yang menyala dankemudian diutus membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Para rasul dipanggilsatu per satu oleh Yesus, bukan sekadar untuk menjadi murid-Nya, melainkan jugauntuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Tidak ada panggilan yang berhenti padadiri sendiri. Setiap panggilan selalu mengarah pada pelayanan dan pengabdianbagi sesama. Kita kadang lebih menyukai salah satu dari keduanya.Ada yang suka berbicara tentang panggilan, tetapi kurang berani menjalankantugas yang dipercayakan. Ada pula yang begitu sibuk dengan berbagai pelayanansehingga lupa merawat hubungan pribadinya dengan Tuhan yang memanggil. Padahal,panggilan dan perutusan harus berjalan bersama. Perutusan memperoleh kekuatandari kedekatan dengan Tuhan, sedangkan panggilan menemukan maknanya ketikadiwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai orang beriman, kita dipanggil bukan hanya untukmenikmati kenyamanan rohani. Tuhan memanggil kita agar menjadi alat kasih-Nyadi tengah dunia. Panggilan menjadi orang tua, guru, imam, biarawan-biarawati,pekerja, atau pemimpin selalu mengandung tanggung jawab yang membawa kebaikanbagi orang lain. Setiap panggilan selalu membawa misi. Tidak ada panggilanuntuk dirinya sendiri. Dengan perutusan, yang pertama-tama bekerja bukanlahkemampuan kita, melainkan Tuhan yang memanggil. Ini membuat kita tetap rendahhati. Kita diutus bukan karena paling pandai, suci, atau kuat, tetapi karenaTuhan memilih dan mempercayai kita. Ketika menghadapi kesulitan, kegagalan,atau penolakan, kita dapat kembali kepada sumber perutusan itu, yaitu Tuhansendiri yang telah memanggil kita sejak awal. Hendaknya kita terus memelihara kesatuan antarapanggilan dan perutusan. Setiap kali mendengar suara Tuhan, hendaknya kita siapmelangkah menjalankan tugas yang dipercayakan-Nya. Dan setiap kali menjalankanperutusan, hendaknya kita tidak lupa kembali kepada Tuhan yang memanggil. Disanalah hidup beriman menemukan kepenuhannya, ketika panggilan menjadipelayanan dan pelayanan menjadi jawaban kasih kepada Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan, di hari Minggu ini, kami mohon supaya kasih-Mu yang Engkaucurahkan melalui ibadat Ekaristi, berbuah pula dalam kasih bagi diri kamisendiri dan yang kami bagikan kepada sasama kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-11, 14 Juni 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.