EPISODE · Aug 29, 2026 · 10 MIN
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-22 tanggal 30 Agustus 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Seren Regina Wilhelmina Bupu Mame dari Gereja Santo Albertus Agung, Paroki Harapan Indah Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yeremia 20: 7-9; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6.8-9; Roma 12: 1-2; Matius 16: 21-27.TANTANGAN PENYANGKALAN DIRI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-22 ini ialah: TantanganPenyangkalan Diri. Kita semua pengikut Kristus selalu mendengar, mengucapkandan melakukan tindakan penyangkalan diri. Hal ini terjadi juga dengan dua anak,kakak dan adik, yang masih sekolah di sekolah dasar, kelas enam dan empat.Mereka dilatih untuk membereskan tempat tidurnya setelah bangun. Mereka sering merasa bosan atau malas untuk melakukannya. Suasana bangunpagi sangat tidak menyenangkan untuk bekerja membereskan tempat tidur.Namun orang tua dengan sabar dan tekunmembimbing supaya kedua anak itu dapat mengalahkan rasa bosan dan malasnya.Sang kakak ikut memotivasi adiknya supaya mereka berusaha terus membereskantempat tidurnya masing-masing, dan ketika kebiasaan itu sudah rutin, merekatidak lagi bosan dan malas. Upaya mengalahkan rasa bosan dan malas serta ketekunan dalam mewujudkanupaya tersebut merupakan contoh penyangkalan diri. Inti setiap tindakanpenyangkalan diri ialah pengontrolan atau penyangkalan atas keinginan pribadiatau suatu kesenangan tertentu. Maksud penyangkalan ini ialah demi menjalankandan mencapai suatu tujuan lain yang bukan menjadi kehendak diri sendiri.Kehendak yang lain itu memberikan suatu harapan yang tinggi dan lebih bagusuntuk dicapai, meskipun harus melalui cara dan proses yang sulit. Semua bentuk cara penyangkalan diri yang kita lakukan di dunia ini mendapatsumber kekuatan dan inspirasinya dari Tuhan Yesus Kristus. Pada hari ini Iamengajarkan kita bahwa penyangkalan diri adalah cara satu-satunya yang kitapakai untuk mengikuti-Nya. Jalan Yesus adalah jalan salib dan kita dituntutuntuk dapat memanggul salib kita masing-masing agar kita menjadi seiring danseperjuangan dengan Yesus Kristus. Salib adalah tanda kesulitan dan penderitaanyang perlu kita nikmati dan pikul. Kita tidak boleh membuangnya. Nabi Yeremia menerangkan bahwa penyangkalan diri patut kita lakukan denganmengalahkan godaan untuk meniadakan firman Tuhan. Ketika kita mendengar Sabdayang tegas dan menuntut, hendaknya kita tidak boleh menghindarinya. SantoPaulus juga mengajarkan kita untuk membuat penyangkalan diri denganmempersembahkan tubuh kita, dan bukan hanya jiwa serta roh kita. Tubuh kitatidak boleh menjadi penjara bagi roh dan jiwa kita. Tubuh yang lelah dan sakit,kita tidak dapat berdoa dan melayani atas nama Tuhan. Jika mata, telinga dansentuhan kita tidak difungsikan dengan benar, kita mudah jatuh ke dalam dosa. Sesungguhnya, kita masih belum mantap dan konsisten dalam penyangkalan diridemi menjadi murid Yesus yang sejati. Semua bentuk pengorbanan menjaditantangan bagi kita. Kita harus menjalaninya dan tidak ada jalan mundur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan semoga dengan perayaan hari ini, kami menjadisemakin menyatu dengan salib Putra-Mu dan rela memanggul salib kamimasing-masing. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-22 tanggal 30 Agustus 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.