EPISODE · Jan 25, 2025 · 12 MIN
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-3, 26 Januari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Hendry, Rini, Tirto dan Pater Peter, SDB dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Nehemia 8: 3-5a.6-7.9-11; Mazmur tg 19: 8.9.10.15; 1 Korintus 12: 12-30; Lukas 1: 1-4; 4: 14-21 SABDA SEBAGAI ROTI DAN KEHIDUPAN Renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-3 ini bertema: Sabda Sebagai Roti dan Kehidupan. Bagi kita manusia sebagai makhluk yang berkomunikasi, sabda merupakan alat yang sangat fundamental. Sabda adalah kata atau perkataan yang diungkapkan melalui bahasa yang dapat dimengerti. Saat ini dengan bantuan media komunikasi yang semakin canggih, kita juga semakin canggih dan berkembang dalam menggunakan ungkapan pikiran, perasaan dan perkataan dalam bentuk verbal dan non verbal. Media memperbanyak dan mempercepat penyebaran sabda itu. Jadi sabda adalah alat yang sangat esensial untuk komunikasi dan relasi di antara kita. Sabda merupakan tanda peradaban manusia yang tinggi. Jika makanan jasmani seperti nasi, roti atau daging sungguh bermanfaat untuk memberikan pertumbuhan tubuh kita, sabda sesungguhnya merupakan makanan yang cocok untuk kehidupan dan kegiatan mental kita seperti berpikir, berbicara, dan berkomunikasi. Semua kegiatan mental itu akan memberikan kita kepuasan rohani, ketika ada pengertian atau pemahaman yang membentuk keyakinan dan komitmen hidup kita. Kalau memakai istilah yang dipakai kitab Nehemia, Sabda Tuhan dibaca dengan sangat jelas sehingga dimengerti oleh para pendengarnya. Menurut Injil Lukas, Yesus menegaskan bahwa kitab suci terpenuhi saat Ia sendiri yang berbicara, para pendengar mengenal-Nya, mendengarkan, dan menerima Dia sebagai Mesias. Kita masing-masing mempunyai makanan kesukaan. Setelah menikmatinya kita pasti menjadi puas dan membaharui semangat hidup. Tuhan menciptakan kita lengkap dengan selera akan makanan. Untuk itu banyak sekali bagian kitab suci yang menyinggung istilah makan, hidangan, dan perjamuan. Sama dengan selera untuk makanan jasmani, kita juga dilengkapi dengan selera makan rohani. Selera rohani kita tertuju pada santapan utama yang satu dan abadi yaitu Sabda Tuhan. Bagi kita, Sabda Tuhan adalah roti dan kehidupan. Hal ini diwartakan oleh Mazmur Tanggapan pada hari minggu ini. Sabda menjelma menjadi satu Tubuh Kristus dan kita yang menyantapnya adalah para anggota. Kita baik sebagai pribadi maupun bersama dalam Gereja atau umat Allah menjadi bagian dari Tubuh itu. Setiap orang terbaptis wajib mengambil bagian di dalam diri Yesus Kristus. Tanda yang kita pakai dalam mengartikan dan membuatnya hidup selalu di dalam diri kita ialah Ekaristi, yang berwujud pada roti yang kita santap. Tidak ada ekaristi untuk memaknai persekutuan jika tanpa roti dan tanpa memiliki maknanya sebagai makanan. Sebagai makanan rohani, manfaatnya tentu saja mendukung dan menciptakan kehidupan. Sabda Tuhan dan Ekaristi yang selalu kita rayakan harus dapat menumbuhkan raga dan jiwa kita. Jika tidak, berarti bisa saja kita sedang mengalami krisis di dalam iman kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, kuatkanlah hasrat kami akan Sabda-Mu yang menjadi makanan yang tak akan habis. Jadikanlah kami pewarta-pewarta Firman-Mu yang bertanggung jawab. Bapa kami ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-3, 26 Januari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.