EPISODE · Feb 7, 2026 · 12 MIN
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-5, 8 Februari 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Suster Brigida MCFSM, Suster Ludgardis MCFSM dan Suster Vinsensia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 7-10; Mazmur tg 112: 4-5.6-7.8a.9; 1 Korintus 2: 1-5; Matius 5: 13-16.KITA DIJADIKAN GARAM DAN TERANG DUNIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biada kelima iniialah: Kita Dijadikan Garam dan Terang Dunia. Dalam khotbah di bukit, Yesusmenegaskan identitas para murid sebagai garam dan terang dunia (bdk.Injil Matius). Pernyataan ini bukan sekadar metafora indah, melainkan panggilanhidup. Garam tidak hidup untuk dirinya sendiri; ia hadir untuk memberi rasa,mencegah kebusukan, dan menjaga kehidupan. Terang pun tidak disembunyikan; iahadir untuk menerangi, memberi arah, dan menyingkirkan kegelapan. Jadi, menjadigaram dan terang berarti menjadi penolong—pribadi yang kehadirannyamenghadirkan kebaikan nyata bagi sesama. Yesus mengajak para murid menyadari bahwa melalui hidupmerekalah dunia dapat merasakan sentuhan Allah. Garam yang tawar dan terangyang disembunyikan kehilangan maknanya. Maka, iman Kristiani menjadi nyataketika seseorang berani keluar dari kepentingan diri, peka terhadap kebutuhanorang lain, dan terlibat dalam penderitaan sesama. Berarti seorang muridmenjadi tanda kehadiran dan tindakan Tuhan: bukan terutama lewat kata-kata,melainkan lewat tindakan kasih yang konkret. Nabi Kitab Yesaya menegaskan bahwa terang sejatiterungkap melalui kasih yang dibagikan kepada mereka yang lapar, yang tidakberpakaian, dan yang tidak memiliki tempat tinggal. Terang bukanlah kemilauspiritual yang abstrak, melainkan sinar yang memanaskan kehidupan orang lain.Ketika tangan kita bisa berbagi, ketika langkah kita mendekat kepada yangtersingkir, saat itulah terang Tuhan memancar melalui diri kita. Keyakinan yang sama diteguhkan oleh Santo Paulus kepadajemaat di Korintus. Dalam suratnya yang pertama, Paulus menegaskan bahwa imantidak bertumpu pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. Artinya,menjadi garam dan terang bukanlah hasil kehebatan pribadi, melainkan buah dariketerbukaan pada karya Allah yang bekerja dalam kelemahan manusia. Ketika kitamengandalkan Tuhan, hidup sederhana kita pun dapat menjadi sarana rahmat bagibanyak orang. Mari kita bayangkan begini: sebuah lilin kecil yangdinyalakan di ruang gelap. Cahaya lilin itu tidak besar, namun cukup untukmenolong seseorang menemukan jalan dan menghindari bahaya. Lilin tidak memilihsiapa yang pantas menerima cahayanya; ia hanya setia menyala dan menghabiskandirinya. Demikian pula seorang penolong sejati: mungkin sederhana, sering takterlihat, namun kehadirannya membuat hidup orang lain menjadi lebih manusiawidan penuh harapan. Akhirnya, menjadi garam dan terang dunia adalahpanggilan harian untuk menghadirkan Allah di tengah realitas hidup. Melaluikasih yang dibagikan, pertolongan yang tulus, dan iman yang bersandar padakekuatan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh bekerja didunia ini—melalui hidup kita yang mau dipakai bagi sesama. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yangmahakuasa, peliharalah dan kuatkanlah iman kami kepada-Mu agar kami senantiasamenjadi tanda kehadiran dan tindakan-Mu untuk menyelamatkan diri kami sendiri,sesama kami dan dunia di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-5, 8 Februari 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.