EPISODE · Apr 18, 2026 · 16 MIN
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu ke-3 Paskah, 19 April 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Jean, Yenny, Vio dan Maria dari Paroki Hati Yesus yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 14.22-33; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; 1 Petrus 1: 17-21; Lukas 24: 13-35.JALAN IMAN YANG TIDAK MULUS Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah ke-3 ini ialah:Jalan Iman Yang Tidak Mulus. Seorang gadis remaja sedang mengalami patah hatidan mengunci dirinya di kamar. Tidak seorang pun di keluarganya dapat mendekatdan memberikan nasihat atau penghiburan. Pacarnya yang memutuskan hubunganmereka tidak bisa dikontak, denganmaksud supaya ia yang harus berbicara. Seorang pastor di paroki dihubungi untuk berbicara dengangadis itu. Melalui telepon pastor pertama-tama memberikan dia pengertian, lalumembuka kesempatan dirinya dengan leluasa berbicara tanpa rasa tertekan.Setelah itu Pastor mengarahkan dia kepada suatu terang dari Tuhan yang selalubaik hati dan menerima orang-orang yang mengalami kesulitan. Pada akhirnya,gadis itu dapat diyakinkan bahwa ia harus mengampuni sang pacar, lalu melakukanpengakuan dosa, dan dilanjutkan dengan menerima Komuni Kudus di dalam Ekaristi. Pengalaman gadis itu adalah umum dalam hidup banyak orang.Normalnya, kita mengalami semacam krisis di dalam hidup. Kemudian ada bantuanpihak lain yang membuka kesadaran kita bahwa kita sedang krisis atau di dalammasalah. Selanjutnya kita dibantu untuk melihat adanya terang dari firman dankebijaksanaan Tuhan untuk didengar dan diikuti. Dan akhirnya kita sampai padapuncak penyelesaian masalah dengan berjumpa Tuhan sendiri yang kita dambakan,melalui sebuah perayaan iman atau peristiwa rohani yang spesial. Ilustrasi yang demikian sungguh terjadi dengan dua muridYesus yang sedang dalam perjalanan ke Emaus dan mereka berjumpa dengan Yesus.Mereka sedang krisis, namun Tuhan turun tangan dan menyelesaikan krisis imanyang mereka hadapi. Saat perjumpaan mereka dengan Tuhan ialah ketika merekamendengarkan firman dari kitab suci dan ketika Yesus memecahkan roti laludibagikan kepada mereka. Peristiwa iman dalam bentuk Sabda Tuhan yangdiwartakan dan roti Ekaristi yang dibagikan terjadi di dalam perayaan-perayaanMisa kita. Pada saat inilah kita harus dapat mengenal Tuhan dengan amat jelas. Tetapi untuk sampai mengenal Tuhan dengan jelas dansesungguhnya, prosesnya tidak mulus. Sebelum menghadiri Misa Kudus untukmendengarkan Sabda Tuhan dan menerima Komuni Kudus, hidup kita bagai di tengahkrisis. Ada konflik, ada berbagai perasaan negatif seperti kesal, jengkel, iridan marah. Ada kesombongan, fitnah, gosip dan kebohongan. Kita selaludiingatkan bahwa Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi sempurna sepertidiri-Nya dan Bapa. Ia bangkit dari kematian untuk menebus dan menyelamatkankita. Dan terang ini mengarahkan kita untuk bertemu dengan-Nya di dalamperayaan Ekaristi. Di sana kita mendapat pengampunan dari-Nya, dihibur dandikuatkan oleh Sabda-Nya, lalu diperkuatkan kembali dengan makanan daritubuh-Nya sendiri. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, ulurkanlah tangan-Mu danjamahlah kami supaya kami menjadi kuat kembali. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu ke-3 Paskah, 19 April 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.