EPISODE · Mar 13, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-1 PraPaskah, 14 Maret 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh John dan Putri dari Paroki Katedral Roh Kudus di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yehezkiel 18: 21-28; Mazmur tg 130: 1-2.3-4ab.4c-6.7-8; Matius 5: 20-26DAMAI Renungan kita pada hari ini bertema: Damai. Seorang lelakimenyetir mobilnya di sepanjang jalan utama dengan perasaan lega dan lepas. Meninggalkanjalan itu, ia memasuki jalan tol dengan perasaan yang sama. Ia nampak tenangdan menikmati begitu nyaman menyetir mobilnya, ketika suasana kota Jakarta hariitu jauh sekali dari keramaian dan kepadatan kendaraan seperti biasanya.Jakarta sedang liburan berhubungan dengan hari raya salah satu agama. Lelaki itu mengungkapkan bahwa dalam urusan menyetir padahari itu, ia sangat damai. Tidak ada kepadatan, keramaian, bunyi mesin danklakson tanpa henti, membawa suasana tenang dan aman. Kurangnya asap kendaraan mengurangi juga rasasesak dalam pernafasan sehingga ada kepuasan batin. Tidak nampak kelelahan danperih di wajah para pengemudi yang tentu menghadirkan rasa suka kepada parapenumpang. Semua itu membawa damai dalam hati. Rasa damai di dalam hati dan di dalam diri kita terciptaberkat kelengkapan faktor-faktor pendukungnya. Salah satu faktor itu ialahseperti yang dikisahkan dalam certia tadi. Dengan tidak ada suasana yang kacau,ribut, gangguan, ramai atau padat, kita menjadi tenang dan terciptalah rasadamai. Seseorang dapat mencari jalan dengan menghindari suasana itu, danditempat yang sepi untuk menikmati keadaan jauh dari segala macam keramaian, iamengalami kedamaian. Di dalam keadaan tenang dan sepi, ada kedamaian. Ada faktor lain yang merupakan suatu cara penciptaan rasadamai, yaitu dengan menghadirkan keadilan. Jika setiap orang dikondisikan hidupdi dalam jalur perjalanannya masing-masing, dengan hak dan kewajibannyaterjamin secara benar, terjadilah keadilan. Setiap orang menjalankan hidupdengan benar, dan ikut menciptakan kehidupan bersama yang harmonis, di situterciptalah kedamaian. Dengan cara seperti ini, Injil kita pada hari inimenyadarkan kita tentang pentingnya keadilan itu yang harus dibuat dan diciptakannyata, supaya kedamaian benar-benar merupakan perwujudan kasih Tuhan sendiri. Dengan contoh tentang sikap berdamai dahulu dengan lawanatau musuh sebelum datang ke hadirat Tuhan untuk berdoa dan bersyukur, Yesus disini sangat menekankan tentang bersikap adil. Nampaknya pihak musuh atau lawanditinggalkan atau tidak dipedulikan, sedangkan kita langsung saja berbicaradengan Tuhan. Ini sungguh tidak adil. Maka keadilan menuntut supaya masalahdengan lawan diselesaikan demi sebuah solusi yang dapat diterima semua pihak,dan setelah itu baru menjadi sebuah doa dan ungkapan syukur. Nabi Yehezkiel meminta suatu pertobatan yang tulus, dankita hendaknya menjadikan cara menciptakan perdamaian melalui terciptanyakeadilan sebagai ungkapan tobat kita di dalam masa Pra Paskah ini.Marilah kita berdoa. Dalam nama... Ya Tuhan, semoga Roh-Mumemenuhi kami dengan karunia keadilan dan perdamaian sejati. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-1 PraPaskah, 14 Maret 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.