EPISODE · Mar 5, 2026 · 10 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 masa Prapaskah, 6 Maret 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Suster Amaria SSpS dari Komunitas Suster SSpS di Paroki Salib Suci Nanzan, Keuskupan Nagoya, Jepang. Kejadian 37: 3-4.12-13a.17b-28; Mazmur tg 105: 16-17.18-19.20-21; Matius 21: 33-43.45-46.CINTA BERBALASBENCI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Cinta BerbalasBenci. Kalimat dari tema ini bukan merupakan ajaran Tuhan bagi kita. Sebaliknyayang diajarkan Tuhan ialah cinta berbalas cinta atau cinta berbuah kebaikan,atau cinta menghasilkan suka cita. Meski bukan ajaran Tuhan, namun kitab sucidan ajaran Tuhan hendak menggambarkan betapa jahat dan buruknya kehidupan jikadikuasai oleh dosa. Iri hati, benci, marah, sombong, kejam, dan kekerasanmerupakan dosa-dosa yang menghancurkan kehidupan. Bacaan-bacaan pada hari ini berkisah tentang perbuatancinta dari orang yang mempunyai kemurahan hati dan kasih kebapaan. Perbuatanitu dibalas dengan kebencian dan kemarahan yang berujung pada kehancuran dankebinasaan. Sasaran kebencian dan kemarahan itu ialah utusan yang membawa pesankasih yang hendak disampaikan atau dibagikan. Yakob mengutus putra terkasihnyaYusuf, yang berarti ia hadir sendiri menjumpai dan melayani anak-anaknya dipadang. Tetapi Yusuf ditangkap, disiksa, lalu dijual. Utusan-utusan tuan kekebun anggur satu per satu dianiaya dan dihancurkan. Utusan terakhir adalahanaknya sendiri yang disiksa dan dibunuh oleh para pekerja dan pelayannya. Di dalam masa Prapaskah ini peringatan tentang cintaberbalas benci bertujuan memperkuatkan kewajiban kita untuk melakukan beberapatindakan. Pertama ialah ketidakmampuan membedakan cinta berbalas cinta daricinta berbalas benci harus dihindari. Mereka yang menyatakan diri berimankepada Tuhan tetapi tidak bisa membedakan itu, lalu sengaja membalas cintadengan kebencian sebenarnya bukan pengikut Kristus. Kedua, sebagai orang-orang beriman ketaatan kita menuntutsupaya kita berpihak pada pilihan untuk melakukan kehendak Tuhan. Terkaitdengan pembedaan tadi, pilihan kita ialah cinta berbalas cinta. Kebaikanberbalas kebaikan. Suka cita berbalas suka cita. Supaya bisa memilih ini,kedekatan dan keintiman kita dengan Tuhan sangat diperlukan, dan bukan sikapdingin, malu, dan menjauh dari Tuhan. Sering berkomunikasi dengan Tuhanmerupakan cara yang paling umum untuk dilakukan. Ketiga, cara cinta berbalas benci adalah pengalaman nyataYesus sendiri dalam berhadapan dengan para musuh-Nya, dan ini diwariskan-Nyakepada kita. Yesus tidak takut dan lari dari gempuran kuat kebencian danancaman. Semakin benci dikobarkan, semakin besar pula cinta yang dilakukan.Banyak perlakukan penuh kekerasan diterima-Nya, semakin banyak kesabaran,keteguhan iman, dan pengampunan yang ditunjukkan sebagai balasnya. Cara iniyang Ia ajarkan kepada kita dan kita dituntut untuk melakukannya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang bijaksana, semoga Roh-Mu selalumenerangi budi dan hati kami supaya kami dapat selalu membedakan yang baik dariyang jahat. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 masa Prapaskah, 6 Maret 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.