EPISODE · Aug 27, 2026 · 9 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-21 masa biasa, 28 Agustus 2026, Peringatan Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Rini Harjanti dan Yuni Trimulyo Wardani dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Korintus 1: 17-25; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.10ab.11; Matius 25: 1-13.DIA ADALAH PENGANTIN Renungan kita pada hari inibertema: Dia Adalah Pengantin. Di dalam kitab suci profil Tuhan digambarkansebagai seorang pengantin, merupakan salah satu tema yang besar. Tuhanmenempatkan posisi sebagai pihak yang dipasangkan dengan mempelai, yang di dalampemahaman menurut tradisi kita adalah pihak wanita. Seorang wanita yangmenikah, ia sangat membutuhkan pengantin pria karena ia tidak bisa menikahdengan ruang kosong. Demikian juga pengantin sangat memerlukan mempelai, karenaia tidak bisa menikah seorang diri. Tuhan menjadikan diri-Nya sebagaipengantin supaya hubungan antara diri-Nya dan kita manusia menjadi suatupersekutuan. Hubungan itu menjadi seperti suami-istri yang dipersatukan melaluisakramen. Berkat sakramen itu adalah rahmat yang menyatukan dan mengikatsehingga sifatnya untuk selamanya. Begitu yang kita pahami tentang hubungansuami-istri dalam perkawinan Kristen. Dengan demikian, Tuhan berkehendak untukkawin dengan kita yang percaya kepada-Nya. Buktinya ialah Ia masuk ke dalamdiri kita melalui firman dan tubuh-Nya sendiri sehingga kita dapat menghasilkanbuah-buah. Seorang biarawati yang baru sajaberkaul kekal menghayati hidup hariannya dalam terang persekutuannya denganYesus sebagai sang pengantin. Ia menuturkan bahwa setiap bangun pagi, iaberusaha untuk menjadikan harinya lebih dari sekedar rutinitas. Sedang menyiapkandiri untuk ke kapel, pikiranya sudah fokus pada kesadaran bahwa, di dalam kapelitu ia sudah ditungguh oleh sang pengantinnya, yaitu Tuhan Yesus. Ketika iasudah di kapel untuk kegiatan ibadat dan selanjutnya untuk Misa, ia membuatdirinya sebagai mempelai yang menyambut sang pengantin. Ia selalu ingin melibatkan Tuhanuntuk hadir dalam pikiran, kedamaian hatinya, aspirasi, dan keinginannya. Iaberusaha supaya kesadaran dan pemahamannya tentang Tuhan ada bersamanya dantidak hilang entah karena perhatian yang tidak fokus entah karena terbawamengantuk. Biarawati ini sungguh menggambarkan betapa mempelai dan pengantin,atau tepatnya diri kita masing-masing dan Tuhan mesti selalu dalam keadaantersambung. Pengantin dan mempelai yang tidak menampakkan suatu relasitersambung, saling melengkapi, dan menciptakan persekutuan, tidak dapatmenyandang nama tersebut. Mereka hanya menciptakan hubungan antara laki-lakidan perempuan. Tuhan adalah pengantin bagi kitasebenarnya memiliki makna lebih daripada hubungan suami-istri, karena hubunganitu adalah untuk sebuah kesempurnaan yang melampaui semua ukuran di dunia ini.Santo Agustinus menggambarkan hubungan ini dengan selalu memegang prinsip,bahwa hati kita tidak pernah selesai mencari Tuhan sampai kita tinggal bersamaDia selamanya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kami menyembah Dikau sebagaiAllah kami dan tidak ada yang lain yang kami rindu untuk bertemu dan bersatuselain Engkau sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-21 masa biasa, 28 Agustus 2026, Peringatan Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.