EPISODE · May 14, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-6 Paskah, 15 Mei 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 9-18; Mazmur tg 47: 2-3.4-5.6-7; Yohanes 16: 20-23a.JANGAN REMEHKANPENYESALAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Remehkan Penyesalan. Untukkesekian kalinya Sandro, remaja yang hendak masuk universitas itu, minta maafkepada ibunya: "Maafkan aku Mama, saya sangat menyesali perbuatan saya.Saya berjanji tak ulangi lagi perbuatan itu". Sandro hanya menggunakanuang untuk jalan-jalan dan pacaran, uang yang sebenarnya untuk persiapannyamasuk kuliah. Ia menunduk dan memeluk ibunya. Semua berharap supaya janjiSandro untuk berubah itu menjadi kenyataan. Tetapi setiap janji kita untuk berubah dari kesalahan atau dosa akanterwujud seperti yang diharapkan harus melalui penyesalan. Penyesalan adalahrasa malu, sedih, sakit, derita dan tidak menyenangkan karena telah berbuatkesalahan dan dosa. Bahkan sikap benci, marah dan tidak suka terhadap kesalahandan dosa juga menjadi bagian penting dari suatu penyesalan. Orang yang menyesalmenunjukkan bahwa ia marah dan sakit dengan perbuatan tersebut. Jadi orang tidak boleh menganggap remeh penyesalan, menyangkal ataumempermainkannya. Yesus Kristus memberikan nasihat bahwa penyesalan mestidinikmati. Setiap pengikut-Nya akan menangis dan diliputi rasa sedih ataspengalaman kekurangan atau suatu ketidakmampuan seperti yang dialami para muridYesus. Ini merupakan suatu hal yang biasa dan selalu kita hadapi. Tetapi semua itu akan diatasi dengan penghiburan dari Roh Kudus.Penghiburan dan pertolongan yang kita terima setelah penyesalan juga merupakan suatupengalaman rutin kita. Setelah menangis dan sedih, orang tersenyum danbersemangat kembali. Namun suatu penyesalan dipandang paling efektif yaitu jikaitu dilakukan atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Bayangkan saja, ada sebuah kesalahan yang dilakukan lalu yang bersangkutanmau bertobat, memperbaiki diri, tetapi tidak mau menyesali perbuatannya! Sayamencuri uang teman. Lalu mengakui perbuatan itu, saya akan mengembalikan uangdan berjanji tak mencuri lagi, tapi saya tak menyesali perbuatan saya. Apa yang terjadi? Saya tidak punya perasaan malu dan sedih. Saya juga tidakmerasakan betapa sakit dan ruginya teman saya. Tak ada lagi ruang di hati sayauntuk maaf dan respek pada orang lain. Itulah akibatnya kalau kita tak punyapenyesalan. Menyesali diri secara benar akan membuat maaf kita tulus, dan akanmembantu kita untuk tidak tergoda melakukan kesalahan yang sama lagi. Jadi sekali lagi, jangan pernah menganggap remeh penyesalan itu. SemogaAnda dan saya termasuk orang-orang yang menganggap positif dan penting untuksebuah penyesalan. Setiap kesalahan menuntut adanya penyesalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, bantulah kami selalu untuk memiliki penyesalanmendalam atas setiap kesalahan dan dosa yang kami lakukan, agar kami dapatbertobat sesungguhnya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-6 Paskah, 15 Mei 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.