EPISODE · Feb 27, 2025 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-7 masa biasa, 28 Februari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Yuliana Sukha dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Sirakh 6: 5-17; Mazmur tg 119: 12.16.18.27.34.35; Markus 10: 1-12UKURAN KESETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ukuran Kesetiaan. Adasepasang suami-istri terlihat saling mengasihi dan sering bermesrahan, namunnampaknya banyak orang tidak tahu kalau mereka memiliki persoalan pribadi yangcukup mengganggu. Di depan anak-anak mereka terlihat kompak, namun merekasembunyikan kelemahan masing-masingnya. Di tengah orang-orang sekitar, merekaterlihat serasi, namun ada konflik di antara pasangan itu yang tidak ingindiperlihatkan. Inti persoalan di antara dua pribadi pasangan itu ialahkesalah-pahamannya tentang mengungkapkan rasa memiliki di antara mereka. Istrimempersoalkan bahwa suami hanya berkata dan berjanji tentang kesetiaan, tetapidi dalam prakteknya kosong. Misalnya, sering istri dijanji untuk ditemanibelanja atau pergi rekreasi bersama anak-anak, namun suami tak pernah satu kalipun menepatinya. Beberapa tahun terakhir, ia tidak ditemani suami pada waktu iamerayakan ulang tahunnya. Suami sangat sibuk dengan pekerjaan dinas. Alasan yang diberikan oleh suami ialah bahwa ia selalumengungkapkan perhatian dan kesetiaannya melalui pemenuhan segala kebutuanmateri bagi istri, anak-anak dan keluarga secara keseluruhan. Hal ini jelasmenggambarkan bahwa pandangan dan pemahaman tentang kesetiaan keduanya sangatberbeda. Istri ingin supaya ukuran kesetiaan dari suami adalah nyata dalambentuk kehadiran dan kebersamaannya. Sementara suami beranggapan bahwakesetiaan itu diwujudkan melalui pemenuhan segala kebutuhan materi untuk rumahtangga. Yang penting makan, minum, pakai, belanja, dan bekerja terjamin. Ukuran kesetiaan itu seperti apa sebenarnya? Padaprinsipnya, kesetiaan sering dirasakan kegunaannya ketika ia diukur secarakualitatif. Misalnya pemakaian kata sifat baik sekali, sangat baik, cukup baik,lumayan menggembirakan; atau kurang dan tidak baik. Kepuasan akan pengalamantentang kesetiaan mudah untuk kita terima seperti dalam ungkapan: “kesetiaannyabaik sekali”, atau “kesetiaannya sangat tidak menyenangkan”. Singkatnya, denganpernyataan kualitatif kesetiaan ini, kita dibantu untuk menilai bahwa kesetiaanseseorang pada saat tertentu baik atau tidak baik. Selain dari itu, kita juga dapat memandang dan menilaikesetiaan secara kuantitatif, yaitu sebuah ukuran untuk mengungkapkan bahwakesetiaan itu berdurasi sesaat, beberapa waktu, atau selamanya. Tuhanmenciptakan ikatan cinta antara laki-laki dan perempuan, lalu menetapkan bahwaperkawinan mereka didukung oleh kesetiaan dengan ukuran kuantitatif, yaituuntuk selamanya. Dengan ukuran kuantitatif ini, kesetiaan yang baik atau tidakbaik akan sangat berpengaruh membentuk kesetiaan seseorang itu bertahan atau tidakbertahan. Bacaan-bacaan suci kita hari ini sungguh mengajarkan kita tentangkesetiaan yang bertahan sampai selamanya.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan dan Allahkami, perkuatkanlah kesetiaan kami, terutama kesetiaan kepada-Mu dan kepadasesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-7 masa biasa, 28 Februari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.