EPISODE · Jun 4, 2026 · 6 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-9 masa biasa, 5 Juni 2026, Peringatan Santo Bonifasius, Uskup dan Martir
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Olivia, Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Timotius 3: 10-17; Mazmur tg 119: 157.160.161.165.166.168; Markus 12: 35-37.RELASI YESUS KRISTUS DAN DAUD Tema renungan kita pada hari iniialah: Relasi Yesus Kristus dan Daud. Dalam suatu pengajaran-Nya, Yesusmengajak para ahli Taurat untuk merenungkan identitas Mesias secara mendalam.Menurut mereka Mesias adalah anak Daud, karena memang berasal dari keturunanRaja Daud. Namun Yesus mengajukan pertanyaan yang membuat mereka terdiam: jikaMesias hanya anak Daud, mengapa Daud sendiri menyebut-Nya sebagai “Tuhan”-nya?Ini berarti Mesias bukan hanya penerus takhta Daud yang manusiawi, melainkanDia yang memiliki martabat ilahi. Yesus adalah keturunan Daud menurut daging,tetapi juga Tuhan yang dinantikan Daud sendiri. Yesus sebenarnya menunjukkanbahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan menguasai pengetahuan agama. Paraahli Taurat memiliki banyak pengetahuan tentang Kitab Suci, tetapi mereka gagalmemahami makna terdalam Sabda Tuhan yang mereka pelajari. Mereka kagum akankebijaksanaan Yesus, namun tidak mampu menerima kebenaran yang diwartakan-Nya.Kekaguman saja tidak cukup untuk menjadi murid. Iman menuntut kerendahan diriuntuk menerima terang Allah. Raja Daud sendiri menjadi teladankerendahan hati. Walaupun ia seorang raja besar yang disegani, ia mengakuibahwa Mesias yang akan datang jauh lebih agung daripada dirinya. Daud tidak menjadikandirinya pusat, melainkan mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang akanmenyelamatkan umat-Nya. Sikap inilah yang membedakan hati seorang berimandengan hati yang hanya mencari hormat dan pengakuan diri. Sebaliknya, dalam surat-suratPaulus kita melihat contoh relasi yang indah antara seorang guru dan murid.Paulus membimbing Timotius bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga denganteladan hidup. Timotius menerima pengajaran itu dengan kesetiaan dan ketaatan.Paulus menasihatinya agar tetap berpegang pada ajaran yang telah diterimanyaserta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan. Timotius percayakepada Tuhan yang bekerja melalui bimbingan Paulus. Relasi Paulus dan Timotius menunjukkaniman yang bertumbuh melalui pendampingan dan kesetiaan. Tidak cukup hanyamendengar Sabda Tuhan atau mengagumi pewarta-Nya. Kita dipanggil untukmenghidupi kebenaran yang telah kita terima. Timotius tidak hanya mendengarkanPaulus, tetapi juga melaksanakan apa yang diajarkan kepadanya. Hari ini Tuhan mengajak kitauntuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita hanya mengagumi Yesus, atausungguh mengikuti-Nya? Apakah kita hanya mengetahui ajaran-Nya, atau berusahamelaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari? Semoga kita memiliki kerendahanhati yang sesungguhnya sebagai tanda iman yang benar.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami kepada-Mu agarkami dapat menjadi tanda kehadiran dan karya-Mu di dalam dunia ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-9 masa biasa, 5 Juni 2026, Peringatan Santo Bonifasius, Uskup dan Martir
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.