EPISODE · Jun 24, 2026 · 10 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-12 masa biasa, 25 Juni 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Helen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 24: 8-17; Mazmur tg 79: 1-2.3-5.8.9; Matius 7: 21-29.RUMAH BATU VERSUS RUMAH PASIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rumah Batu Versus Rumah Pasir.Ketika Yesus mengumpamakan bangunan yang tidak kuat menghadapi bencana hujan,banjir dan topan yang bakal menghancurkannya, Ia sejalan dengan pemikiranpenulis kitab Amsal yang berkata: Ketika angin-topan melanda, orang-orangberdosa ikut dibinasakan, tetapi orang-orang benar akan bertahan sampaiselamanya (Ams 10,25). Ada dua orang ibu saling berbagi cerita tentang anaknya masing-masing yangsedang kuliah di kota. Masing-masingnya tinggal di kota yang berbeda-beda.Orang tua dan keluarga masing-masing di kampung sangat berharap supayaanak-anaknya tekun dengan hidup rohaninya meski mereka harus juga tekunbelajar. Pada waktu masih berada di rumah dan sebelum kuliah, mereka tekunberdoa pribadi, doa bersama di lingkungan, dan perayaan Misa tiap hari minggu. Ketika sudah jauh dari rumah, ceritanya sudah berubah. Satu dari duamahasiswa itu memiliki cerita yang menggembirakan. Suasana di kos tempat iatinggal, pergaulan dan di kampus menuntut dirinya harus memiliki ketahananrohani yang kuat. Kebiasaan doa pribadinya menjadi semakin kuat dan ia terlibatdalam kegiatan kepemudaan di paroki. Ia tekun dengan Misa tiap hari minggu,bahkan mengikuti juga misa harian. Mahasiswa ini adalah sebuah rumah baturohani, seperti yang digambarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Cerita tentang mahasiswa yang lain justru sangat berbeda. Lingkunganhidupnya di kota telah mengubahnya menjadi seorang muda penentang, berwatakkeras, dan suka terlibat dalam kejahatan. Beberapa kali ia menjadi targetkejaran pihak keamanan tetapi ia selalu lolos. Kehidupan rohaninya sudahkacau-balau. Ia mengakui diri sebagai orang beriman yang percaya kepadaKristus, tetapi hidupnya yang nyata sangat bertentangan dengan imannya. Orangmuda ini adalah contoh bangunan rumah pasir yang juga digambarkan oleh Injilhari ini. Iman yang tumbuh sebagai rumah batu merupakan suatu kehidupan yang dijalanioleh orang-orang beriman dengan dua ciri penting, yaitu mendengarkan perkataanTuhan dan melakukannya di dalam kenyataan. Sebaliknya mereka yang mendengarkantetapi tidak melakukan, mereka itu tergolong kehidupan iman sebagai rumahpasir. Di dalam kehidupan kita, sering terdapat dua jenis orang ini yang hidupdi dalam satu keluarga, komunitas, lingkungan, dan Gereja. Di sini terjadiujian sesungguhnya. Masing-masingnya berusaha untuk menang. Jika rumah batu kehidupan iman menjadi lebih kuat, kuasa dan kemuliaanTuhan akan merajai seluruh kehidupan kita. Tetapi jika rumah pasir yang lebihkuat, maka bencana-bencana akan segera melanda kehidupan kita, sepertipengalaman pahit bangsa Israel yang dikalahkan dan dibuang ke Babel. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami dengan pertumbuhan iman kami yangsehat dan dewasa supaya kami dapat berkontribusi dalam memperkuat KerajaanAllah di dalam dunia ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-12 masa biasa, 25 Juni 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.