EPISODE · Jul 30, 2026 · 6 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-17 masa biasa, 30 Juli 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Joel Butar Butar dan Nabiana Butar Butar dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 18: 1-6; Mazmur tg 146: 2abc.2c-4.5-6; Matius 13: 47-53.TUHAN YANG MENENTUKAN DI AKHIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Yang Menentukan di Akhir.Kita sering mengambil sikap pasrah ketika suatu persoalan yang dihadapi takkunjung mendapatkan solusi. Pasrah berarti menyerah dan berhenti untukmelanjutkan entah itu pembicaraan atau perbuatan. Pasrah bukan putus asaditambah dengan kekecewaan dan kesedihan. Orang yang pasrah masih memilikiruang yang cukup untuk berharap, bahwa solusi bisa datang dari luar dirinyaseperti waktu, orang lain, keberuntungan, dan Tuhan. Yang paling umum ialah pasrah kita kepada Tuhan. Misalnya pertengkaranantara dua pihak yang tak kunjung selesai. Solusi dari aspek kekeluargaan,keagamaan dan hukum sipil sudah tak mampu menyelesaikannya. Pihak yang merasatidak beruntung selalu mempersoalkan sehingga masalah semakin berlarut-larut.Karena yakin tak ada gunanya lagi berusaha, mereka memilih pasrah saja. Harapanterakhir ialah pada Tuhan yang memutuskan dan mengadili. Pengadilannya nantisetelah kematian, di mana setiap orang akan diadili menurut perilaku dalamkehidupannya di dunia. Contoh ini menggambarkan bagaimana Tuhan yang menentukan di akhirperjalanan hidup kita, atas persoalan-persoalan yang kita hadapi. Yesusmemberikan kita perumpamaan yang pas untuk ini, yaitu bahwa pada akhirnyapengadilan di surga itu akan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.Tuhan mempunyai strategi yang begitu bijaksana. Ia tidak memberikan keputusanbesar dan terakhir ketika masih ada waktu bagi manusia untuk berproses. Tuhanmempunyai kesabaran dan toleransi supaya manusia yang terlanjur jelek danberdosa dapat bertobat sebelum kematiannya. Strategi ini tentu saja berbanding terbalik dengan cara kita manusia yangingin menikmati siapa yang menang dan siapa yang kalah di dunia. Seakan-akansuka cita kemenangan yang dicapai sudah final atau kesedihan karena kalah sudahselesai. Padahal itu hanyalah sepotong-sepotong persoalan yang tidak bisadikatakan final. Standar pengadilan kita memang hanya untuk memenuhi tuntutanhidup di dunia ini, sedangkan pengadilan yang jauh lebih tinggi dan final ialahstandarnya Tuhan. Karena itu penentuannya adalah dari Tuhan. Menurut nabi Yeremia, selama kita hidup di dunia ini, hidup kita hendaknyamengikuti penentuan Tuhan, seperti cara tukang periuk membentuk ukiran-ukirandari tanah liat. Melalui kehendak dan kebijaksanaan-Nya, Tuhan ingin membentukkita dalam kata dan perbuatan kita setiap hari sehingga kita dapat mengalamibagaimana Ia menentukan hidup kita dari saat ke saat, sejak bangun pagi hinggakita tidur pada malam hari. Ini adalah cara hidup kita menuju kepadapenentuan-Nya yang terakhir atas diri kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami senantiasa menantikansaat terakhir penentuan-Mu dengan penuh iman dan pengharapan. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-17 masa biasa, 30 Juli 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.