EPISODE · Aug 12, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-19 masa biasa, 13 Agustus 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yehezkiel 12: 1-12; Mazmur tg 78: 56-59.61-62; Matius 18: 21 - 19: 1.JIWA BESAR PENGAMPUN Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada seorangmurid kelas 5 SD pada suatu pagi berkata kepada orang tuanya bahwa ia tidak maulagi masuk sekolah. Ia berkata demikian sambil menangis dan ketakutan. Setelahmenyelidikinya, mereka menjadi tahu bahwa anak ini takut diejek, dihina ataudibully lagi oleh teman-temannya di sekolah. Ia sudah berusaha sabar terhadapmereka, bermain dengan mereka, bahkan berbagi jajan dengan mereka, tetapi tetapsaja ia disakiti. Ia ingin saja berhenti sekolah. Orang tuanya ikut bersedihdan berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dengan pihak sekolah. Pengalaman pahit murid itu jangan dianggap sekedar human error ataukekeliruan manusiawi, tetapi sebuah pola pergaulan jelek di sekolah yang harusdiperbaiki. Mungkin Anda sendiri pernah menjadi korban suatu pola perbuatanjahat seperti yang dialami murid tersebut. Dalam menghadapi kesulitan sepertiitu, ada orang yang mampu menyelesaikannya dengan kemampuannya sendiri, tetapiyang lain tidak mampu, sehingga mereka membutuhkan bantuan orang lain untukmengatasinya dengan segera. Cara penyelesaiannya dapat berupa pendekatanreaktif dan represif, yang berarti bahwa harus dilawan juga dengan kekerasan,tetapi dapat juga berupa pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Satu ajaran Kristiani yang selalu dekat di hati para pengikut Kristusketika mengalami peristiwa hidup seperti ini, ialah memiliki jiwa besar sebagaiseorang pengampun dan rela untuk mengampuni. Nabi Yehezkiel di dalam bacaanpertama menggambarkan suatu tindakan memberikan ampun melalui sebuah sikapmenolak kekerasan tetapi juga bukan suatu sikap pasif atau diam. Ia mengajarkansebuah sikap mengalah dan menjadikan diri sebagai korban dari perbuatan orang-orangjahat. Ini untuk mengingatkan bahwa mereka juga pada saatnya akan mengalamikesusahan yang setimpal dengan perbuatannya itu. Cara mengampuni seperti inisama dengan mengatakan: Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apayang mereka perbuat. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Pihak yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan Anda sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar dalam memberikan pengampunan ialah yang tidak memperhitungkanbatasan baik jumlah maupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagaipengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu yangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-19 masa biasa, 13 Agustus 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.