EPISODE · Sep 2, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-22 masa biasa, 3 September 2026, Peringatan Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Madeline Meggie Kurniawan dan Rachel Dermawan Permadi dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 3: 18-23; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Lukas 5: 1-11.HAK MILIK Renungan kita pada hari inibertema: Hak Milik. Seorang mengakui dan menyatakan hak miliknya pertama-tamaialah dirinya sendiri. Kalau menggaruk kepala atau tubuhnya yang gatal, sangatwajar karena itu adalah miliknya. Kalau memandikan dan mempercantik diri, harusdemikian karena itu adalah miliknya. Memakai pakaian warna yang dipilih danukuran yang agak longgar, memang demikian karena itu adalah untuk dirinyasendiri. Singkatnya, kepemilikan pada diri sendiri adalah salah satu hak asasimanusia. Keluar dari diri pribadi itu,seorang masih terus mengakui lingkungan dan keadaan di sekitarnya juga sebagaimiliknya. Kursi tempat ia duduk, kamarnya, tempat tidur, pakaiannya danbarang-barang pribadi lainnya, semua itu adalah miliknya. Pasangan hidupnya,anak-anak, teman, rekan kerja, bawahan, keluarga, komunitas, kampung, kota, dannegara, sudah tentu adalah miliknya. Yang teringgi untuk diakui sebagaimiliknya sangat mungkin ialah Tuhan, sehingga seseorang dengan keyakinan dapatberdoa: Ya Tuhanku, atau Ya Yesusku. Mengapa kita perlu membuat suatupengakuan dan pernyataan begitu meyakinkan akan sebuah hak milik? Sudahdikatakan tadi bahwa itu adalah bagian dari hak asasi yang kodrati. Alasan lainyang mungkin kurang disadari banyak orang ialah karena manusia ingin menjadibagian dari pihak atau keadaan tertentu, yang karena menjadi bagian itu ia akanmerasa dikuatkan dan mengalami kepenuhan hidup. Bisa dibayangkan, jikaseseorang melepaskan semua hak milik itu dan memutuskan tidak lagi memilikiapa-apa, ia pasti menjadi seorang manusia yang sangat merana, tidak ada kekuatandalam hidup. Itu adalah cara pandang secaraumum dan sangat sesuai ukuran dunia ini. Tuhan berkehendak untuk melampauikepemilikan semacam ini, yaitu suatu kepemilikan yang tidak terikat sepenuhnyadengan dunia. Kepemilikan dari Tuhan ialah sebuah kepemilikkan surgawi. Intinyaialah, jika yang dimiliki manusia ialah hanya Tuhan, itu berarti ia memilikisemua yang dimiliki Tuhan. Maka bacaan pertama dari Surat Paulus yang pertamakepada jemaat di Korintus mengatakan bahwa semua yang kita miliki adalah milikKristus, dan Kristus itu adalah milik Allah. Jadi kita semua bersama Kristusadalah milik Allah. Yang menjadi sangat menarik ialahketika Yesus meminta kita untuk menjadi murid-murid-Nya, syaratnya ialah kitaharus meninggalkan segala sesuatu yang menjadi milik kita. Padahal segalasesuatu itu juga milik Tuhan. Ini sebenarnya berarti, kita meninggalkan segalasesuatu, yang kemudian kita miliki ialah Tuhan sendiri, dan Tuhan sesungguhnyamemiliki segala sesuatu yang telah kita tinggalkan. Jadi sebenarnya, setiap dansemua yang ada adalah milik Tuhan dan harus kita pakai sebagai milik Tuhan yangtidak boleh dirusak atau dihilangkan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, jadikanlah kami penjaga danpemelihara segala yang menjadi milik-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-22 masa biasa, 3 September 2026, Peringatan Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.