EPISODE · Sep 3, 2025 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-22 masa biasa, 4 September 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Shendy dan Andrew Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kolose 1: 9-14; Mazmur tg 98: 2-3ab.3cd-4.5-6; Lukas 5: 1-11.DARI KEGELAPAN KE TERANG Renungan kita pada hari ini bertema: Dari Kegelapan keTerang. Hidup manusia sering kali berada dalam tarik-menarik antara kegelapandan terang. Kegelapan berupa dosa, kebiasaan buruk, ketidakadilan, atau godaanduniawi dapat membelenggu manusia sehingga sulit menemukan kebebasan sejati. Namun, dalam Yesus Kristus, kita mendapatkan janjikelepasan dari kuasa kegelapan itu. Dialah yang memanggil manusia bukan hanyauntuk sekadar melihat cahaya, tetapi untuk sungguh masuk dan hidup di dalamterang-Nya. Para murid Yesus adalah teladan yang nyata: setelah menyaksikankuasa dan kasih-Nya, mereka rela meninggalkan perahu, jala, bahkan pekerjaandan keluarganya, lalu mengikuti Dia dengan hati yang bebas. Kelepasan dari kegelapan tidak terjadi semata-matakarena usaha manusia, melainkan karena kasih karunia Allah. Langkah pertamaadalah membuka hati untuk mengakui kelemahan dan dosa di hadapan Tuhan. Saatmanusia berani jujur terhadap dirinya sendiri dan datang kepada Yesus dengankerendahan hati, ia mengalami kuasa pengampunan yang membebaskan. Rasa bersalahyang membelenggu digantikan oleh damai sejahtera, dan ketakutan yang menekandigantikan oleh sukacita karena berada dalam genggaman kasih Allah. Namun, kelepasan juga membutuhkan keberanian untukmengambil keputusan. Sama seperti murid-murid yang dengan bulat hatimeninggalkan segalanya, manusia dipanggil untuk melepaskan ikatan kegelapandengan bebas, tanpa beban, dan tanpa menoleh kembali. Ini berarti ada kesediaanuntuk memutuskan relasi dengan dosa, meninggalkan pola hidup lama, sertamembuka diri pada pembaruan hidup yang ditawarkan Kristus. Keputusan ini bukansekadar meninggalkan sesuatu, melainkan bergerak menuju sesuatu yang lebihbesar: hidup dalam persatuan dengan Allah yang penuh kasih. Cara praktis untuk melepaskan kegelapan adalah denganmembangun relasi yang mendalam bersama Yesus melalui doa, sabda-Nya, danpersekutuan iman. Ketika hati manusia semakin dipenuhi firman Tuhan, terang ituperlahan mengusir kegelapan. Selain itu, langkah nyata seperti mengubahkebiasaan buruk, menjalin komunitas yang sehat, dan menyalurkan kasih kepadasesama juga menjadi jalan konkret untuk hidup dalam kerajaan terang. Proses initidak selalu mudah, tetapi dengan rahmat Tuhan, manusia mampu menjalaninya dengansukacita. Sebagai ilustrasi, bayangkan seseorang yang selamabertahun-tahun hidup dalam kebiasaan marah dan dendam. Ia merasa dikendalikanoleh rasa sakit hati, sehingga hidupnya selalu gelap. Namun suatu saat, iaberjumpa dengan kasih Kristus melalui doa dan bacaan Kitab Suci. Perlahan iamemutuskan untuk mengampuni orang yang melukainya. Keputusan ini membuathatinya bebas dan damai, bahkan wajahnya pun tampak lebih bersinar. Inilahgambaran nyata bagaimana melepaskan diri dari kuasa kegelapan dan masuk ke dalamterang Kristus yang memerdekakan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Yesus yang baik, ajarkanlah kami selalu untuk memilih jalan-Mu untukhidup di dalam terang. Salam Maria penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-22 masa biasa, 4 September 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.