EPISODE · Sep 10, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-23 masa biasa, 11 September 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Shendy dan Andrew Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kolose 3: 12-17; Mazmur tg 150: 1-2.3-4.5-6; Lukas 6: 27-38.BERMURAH HATI SEPERTI BAPA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bermurah Hati Seperti Bapa. Seorangbapak dan anaknya yang masih SD masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Si anaklalu melihat beberapa lama Salib besar menempel di belakang altar dan ia inginpenjelasan bapaknya. Kata dia: “Siapa yang menghukum Yesus sampai mati di salibbegitu?” Beberapa saat berlalu bapaknya belum menjawab karena masih menyusunargumen yang tepat sebagai jawaban bagi si anak. Jawaban yang kemudian diberikan ialah ini: “Yang menghukum Yesus sampaimati begitu mengerikan ialah para musuh-Nya.” Dan bapak melanjutkan denganbertanya: “Siapa saja musuh-musuh Yesus?” Anak itu mengingat pelajaran agamanyadi sekolah, lalu segera menjawab: “Musuh-musuh-Nya ialah orang-orang berdosadan lebih khusus lagi ialah mereka yang secara langsung membunuh-Nya.” Percakapan bapak dan anak ini luar biasa karena memiliki makna teologisyang penting. Kepentingannya itu terutama berkaitan dengan firman Tuhan hariini, terutama Injil yang intinya tentang perintah untuk bermurah hati sepertiBapa di surga yang murah hati. Kebaikan dan kemurahan hati Bapa, Tuhan yangmaha kuasa, antara lain terungkap dalam diterima dan diampuninya pihak-pihakyang bermusuhan dengan Tuhan. Kebaikan dan kemurahan ini ditunjukkan oleh Yesus yang tersalib. Sebelumwafat di salib, Ia mengampuni para musuh-Nya. Tindakan yang amat luar biasa inimenjadi ajaran sangat mendasar dan contoh bagi apa yang kita dengar dalampewartaan Injil pada hari ini. Intinya ialah, kepada orang-orang yang memusuhikita, mereka yang berlaku jahat atau menaruh kebencian dan dendam kepada kita,sikap Kristen yang terbaik ialah sikap Yesus Kristus. Ajaran itu dapat kita rumuskan dalam sebuah pola bersikap yangkomprehensif, yaitu mulai dengan menyanggupi diri bahwa kita menerima dan maumelewati penderitaan yang disebabkan oleh para musuh kita. Kalau kita melarikandiri, menghindar atau melawan sebagai cara membela diri, itu adalah soal yanglain. Tapi dengan menerimanya saja, itu adalah anugerah Yesus sendiri kepadakita. Dari menerima, kita perlu melengkapi diri dengan kelemah-lembutan dankesabaran, seperti yang dikatakan oleh Santo Paulus dalam bacaan pertama. Di dalam sikap seperti ini, penuhlah suka cita dan kekuatan di dalam dirikita, sehingga kemurahan hati menjadi karunia amat mulia dan besar di dalamkita. Dari kemurahan hati ini, lahir kerelaan dan kesanggupan kita untukmengampuni. Jika orang dapat mengampuni dengan dilatari oleh suatu kemurahanhati, pengampunan itu sungguh-sungguh sejati. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, tambahkanlah kami rahmat untukmengampuni orang-orang yang memusuhi kami. Bapa kami yang ada di surga... Dalamnama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-23 masa biasa, 11 September 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.