EPISODE · Jan 28, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-3 masa biasa, 29 Januari 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Hanolan Modestus Jemuru dan Veronika Retno Wijayanti dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 18-19.24-29; Mazmur tg 132: 1-2.3-5.11.12.13-14; Markus 4: 21-25.CAHAYA PELITA Renungan kita pada hari ini bertema: Cahaya Pelita. Padazaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untukpenerangan di rumah dan di perjalanan. Tetapi pada zaman kita, pelita hampirtidak digunakan karena listrik sudah menjadi penerangan bagi penduduk bumi padasaat ini. Penyebutan pelita di dalam kitab suci dan ajaran Tuhan Yesus tetaprelevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesanrohaninya. Di dalam suasana gelap karena listrik mati, orang-orangbergantung pada penerangan yang ada di tangan mereka, misalnya hp, tablet, ataulampu senter. Namun jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yangtersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yangdibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan denganlampu pelita yang dengan muda disediakan di rumah-rumah kita. Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkankita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyalaapinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakanapi-Nya sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepadakita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudusjuga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memilikipengharapan setiap kali ada kesulitan dan sakit yang menyusahkan kita. Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam dirinya,karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan dirinya sebagai rekan kerja-Nya. Parapengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus.Maka mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau apidi dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitusebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia. Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesussendiri bahkan mengatakan bahwa jalannya sangat sempit. Raja Daud sendirimembutuhkan terang Ilahi supaya dapat mengerti dan menjalani kepercayaan Allahkepadanya. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentukkegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalammenerangi dan membimbing dirinya, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan YesusKristus. Dunia dengan segala keadaannya sering menjadi gelap karenasegala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dankematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita menjadipelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini.Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, penuhilahselalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin mantap menjadisaksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-3 masa biasa, 29 Januari 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.