EPISODE · Feb 19, 2025 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-6 masa biasa, 20 Februari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Laurens Emulaba dan Yudith Emulaba dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kejadian 9: 1-13; Mazmur tg 102: 16-18.19-21.29.22-23; Markus 8: 27-33PERJANJIAN YANG MULIA Renungan kita pada hari ini bertema: Perjanjian YangMulia. Setiap ada kesempatan atau pengalaman yang menimbulkan kekacauan dalam batindan keraguan akan panggilannya, Bruder Yosef selalu teringat akan perjanjianmulia, yaitu kaul-kaul kebiaraannya. Suster Yosefa juga, ketika bentrok ataukonflik dengan sesamanya di dalam biara yang membuatnya merasa tidak nyamandengan panggilannya, ia kembali dikuatkan saat berpikir tentang kaul-kaul suciyang sudah diucapkannya dengan sikap yang mulia. Sama berkualitasnya dengan kaul-kaul kebiaraan, ialahjanji perkawinan suami dan istri. Mereka tentu saja pernah mengalami goncangandan krisis di dalam kehidupan, dan membuat mereka sepertinya merasa beratsekali untuk mempertahankannya. Tetapi mereka juga diingatkan kembali untukberpikir tentang janji suci perkawinan yang amat mulia, yang pernah merekaucapkan kepada satu sama lain. Sebuah perjanjian mulia memiliki kekuatan untukmengikat dengan sedemikian kuatnya, seperti mengikatkan langit dan bumi. Selain kaul-kaul kebiaraan dan perkawinan, ada juga janjipermandian dan janji imamat, serta berbagai sumpah yang berkekuatan hukum didunia dan di akhirat, semua itu memiliki dimensi keagungan dan kemuliaan.Ikatan yang kuat dan berisi tanggung jawab yang besar, membuat perjanjian itubermuatan resiko yang besar pula, khususnya ketika terjadi kelalaian ataukegagalan dalam mewujudkannya. Seseorang atau pihak yang membuat janji atauyang menjalankannya, menaruh nasib hidupnya dalam perwujudan janji itu. Hubungan kita dengan Tuhan pada prinsipnya ditandai denganjanji-janji. Prinsipnya ialah Tuhan Allah menetapkan janji untuk diwujudkandalam hidup dan pekerjaan-pekerjaan kita. Demikan juga kita membuat janjisupaya menandakan cinta dan ketaatan kita kepada Tuhan. Hal ini seperti sebuahjanji yang mempertemukan langit dan bumi. Dari atas Tuhan menetapkan janji, dandari bawah kita mengimani janji tersebut dan ingin selalu berpegang padanya.Semua janji yang berkaitan dengan kehidupan kita sebagai pengikut Kristus,adalah ungkapan perjanjian dari atas dan dari bawah: Tuhan menetapkan dan kitamengikuti serta mewujudkannya. Ketika Tuhan berjanji melalui Nuh bahwa umat manusia“beranakcucu, bertambahbanyaklah, dan penuhilah bumi”, perwujudannya ialah adapada kita. Ketika Tuhan Yesus dan para murid menemukan satu kesepakatanperjanjian tentang identitas Yesus sebagai “Mesias”, perwujudan pengakuan Yesussebagai Mesias dari Allah, sebagai isi Injil untuk diwartakan ke seluruhpenjuru bumi, adalah ada pada pihak kita. Sampai sekarang, tuntutan pewartaanini tetap menjadi isi kegiatan pastoral, katekisasi, penginjilan dan pelayanankita. Marilah kita berdoa. Dalam nama... Ya Yesus, bantulah kamiselalu untuk berpegang dan menunaikan janji-janji suci kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-6 masa biasa, 20 Februari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.