EPISODE · Jan 29, 2025 · 6 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis pekan ke-3 masa biasa, 30 Januari 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Florensia dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Ibrani 10: 19-25; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Markus 4: 21-25 CAHAYA PELITA Renungan kita pada hari ini bertema: Cahaya Pelita. Pada zaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untuk penerangan di rumah dan di perjalanan. Tetapi pada zaman kita, pelita hampir tidak digunakan karena listrik sebagai penerangan utama. Pelita di dalam kitab suci dan ajaran Yesus tetap relevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesan rohaninya. Di dalam suasana gelap karena listrik mati, orang-orang bergantung pada penerangan yang ada misalnya hp, tablet, atau lampu senter. Namun jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yang tersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yang dibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan dengan lampu pelita yang dengan muda disediakan di rumah-rumah kita. Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkan kita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyala apinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakan api-Nya sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepada kita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudus juga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memiliki pengharapan setiap kali ada kesulitan dan sakit yang menyusahkan kita. Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam dirinya, karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan dirinya sebagai rekan kerja-Nya. Para pengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus. Maka mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau api di dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitu sebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia. Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesus sendiri bahkan mengatakan bahwa jalannya sangat sempit. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentuk kegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalam menerangi dan membimbing dirinya, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan Yesus Kristus. Dunia dengan segala keadaannya sering menjadi gelap karena segala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dan kematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita menjadi pelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini. Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, penuhilah selalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin menjadi saksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Salam Maria... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis pekan ke-3 masa biasa, 30 Januari 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.