EPISODE · Apr 1, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis Putih, 2 April 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Keluaran 12: 1-8.11-14; Mazmur tg 116: 12-13.15-16bc.17-18; 1 Korintus 11: 23-26; Yohanes 13: 1-15.KAMIS PUTIHYANG BERMAKNA Renungan kita padahari ini bertema: Kamis Putih Yang Bermakna. Hari Kamis dalam Pekan Sucidinamakan Kamis Putih karena pertama-tama warna perlengkapan dan busana liturgipada perayaan hari ini adalah putih. Warna ini melambangkan suka cita dankejayaan. Perayaan pada hari ini berpusat pada Yesus Kristus denganpenekanannya pada tindakan-tindakan Yesus yang menunjukkan kemuliaan, sukacita, kekuasaan dan pesta. Di dalamperayaan ini ada seremoni Yesus membasuh kaki para rasul-Nya. Tindakan Yesusini mengajarkan kita untuk saling melayani dengan rendah hati. Ini merupakansuatu suka cita besar. Suasana suka cita dan kejayaan cinta kasih di antarakita dapat terungkap melalui saling melayani. Maka Yesus bersabda bahwa kitaharus saling mengasihi seperti Ia sendiri telah mengasihi kita. Ia mengajarkankita hukum terbesar-Nya ialah mencintai sesama kita. Perayaan padamalam ini mengenangkan kita akan Ekaristi, kurban Misa yang agung yangditetapkan oleh Yesus Kristus. Perkataan dan perbuatan cinta kasih jelasmerupakan suka cita dan tanda kehadiran kemuliaan Tuhan. Perayaan Ekaristisangat jelas merupakan suka cita penjelmaan firman Tuhan menjadi tubuh-Nya yangkita bagikan bersama sebagai satu jemaat. Bersamaan dengan Ekaristi, Yesusmenetapkan Sakramen Imamat. Ini adalah suatu suka cita penting bagi Gerejakarena Imamat ini adalah untuk menjalankan Ekaristi dalam Gereja. Imamat adalahuntuk menjalankan kuasa Tuhan yang memimpin jemaat dan membimbing mereka kepadaterang dan kebenaran Tuhan sendiri. Di dalamperayaan ini juga kita mengenangkan saat-saat kritis Yesus berada di TamanGetsemani, di mana butir-butir keringat darah-Nya mengalir dan menetes untukmengantar-Nya kepada kejayaan salib yang sudah di depan mata. Suasana Getsemanimenggambarkan cobaan dan kesulitan yang membuat hidup ini terasa tidak nyamandan aman. Tetapi seperti Tuhan sendiri, kita mesti melewatinya dengan berani. AntaraGestemani dan Golgota adalah saat-saat krusial di ambang penderitaan. Biasanyagodaan selalu datang untuk membawa kita lari dari kenyataan pahit. Yesussendiri berkata: Ya Bapa, biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku. Namun kitamesti mengikuti Guru kita Yesus Kristus untuk dapat mengalahkan godaan itu, danmenyanggupi meminum cawan penderitaan. Ini adalah sebuah suka cita. Meskipun kita semuaadalah orang-orang berdosa yang sering melawan Tuhan dan sesama, kita tidakkehilangan iman kepada Tuhan dan kita sebagai satu jemaat yang masih tetapmenikmati suka cita Ekaristi dan Imamat Tuhan Yesus Kristus yang menguduskankita dan membuka jalan keselamatan kepada kita.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa… Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami untuk tetap percaya dan setiapada Ekaristi sebagai sarana keselamatan kami. Bapa kami yang ada di surga …Dalam nama Bapa …
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis Putih, 2 April 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.