EPISODE · Mar 28, 2026 · 13 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Palma, 29 Maret 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Stella Wijaya, Genesia Griselda Sudarjo, dan Priscilia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yesaya 50: 4-7; Mazmur tg 22: 8-9.17-18a.19-20.23-24; Filipi 2: 6-11; Matius 21: 1-11.RAJA AGUNG YANGMENDERITA Renungan kita pada hari Minggu Palma ini bertema: RajaAgung Yang Menderita. Selamat memasuki pekan suci pada tahun ini! Kita sedangmenuju puncak seluruh persiapan pada masa Prapaskah yang terpusat pada tigahari suci: Kamis, Jumat, dan Sabtu, dengan finalnya di hari Minggu kebangkitan.Permulaan pekan suci ditandai dengan perayaan Minggu Palma pada hari ini. Kitasemua berada di bawah bimbingan Kristus tersalib sehingga dari hari minggu inisampai hari Sabtu suci, fokus perayaan kita ialah peristiwa-peristiwa suciYesus Kristus dari memasuki kota Yerusalem sebagai raja Agung hingga harusmenanggung penderitaan salib yang sangat keji. Dengan memandang Yesus tersalib sambil mengikuti seluruhnarasi kisah sengsara-Nya dalam ibadat hari ini, kita mendapatkan bimbingandari Yesus tentang pengalaman sengsara-Nya. Ia berbicara sendiri dengan kita.Ada yang mengikuti dengan membaca dan mendengar kisah itu. Ada lain yangmungkin mengikuti secara online karena berhalangan mengikuti perayaan di gereja.Kisah itu menandakan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa yang maha kuasa. Kitayang mengikuti-Nya dibawa masuk ke dalam misteri sengsara-Nya ini. Jika kitatidak ikut ambil bagian, berarti kita tidak bersama dengan Dia pada saat-Nyayang sangat dramatis ini. Ia membuka pemahaman iman kita akan alasan dasarperutusan-Nya ke dalam dunia. Ia diutus Bapa ke dalam dunia dengan tugas utamayaitu melakukan kehendak Bapa melalui cara pengosongan diri-Nya. Konsekuensitindakan pengosongan diri itu ialah menjadi manusia bahkan yang paling hinademi mengangkat martabat manusia yang hina karena dosa dan pengaruh semangatduniawi. Ia lahir dalam keadaan paling hina, pelayanan publik-Nya dengankeberpihakan kepada yang hina dan kecil, dan dihukum mati dengan penghinaan kematianmelalui penyaliban diri-Nya. Bimbingan ini tidak sekedar mencerahkan pengetahuan imankita, tetapi juga membangun komitmen iman kita untuk menjadikan hidup kitamasing-masing sebagai perwujudan semangat pengosongan diri. Semangat ini perludiungkapkan secara nyata dalam perjuangan, persembahan diri, dan pengorbananuntuk menjawabi panggilan hidup kita masing-masing. Nabi Yesaya menasihatkankita bahwa dalam berkorban atas nama Tuhan dan demi kebaikan kita, kita tidakboleh malu dan takut dengan penderitaan yang kita alami, karena Tuhan bersamadengan kita. Yesus yang tersalib menjadi pegangan dan standar perjuangan ataupengorbanan kita. Standar ini sama sekali tidak mempermalukan atau merendahkankita sebagai pengikut-Nya, tetapi sungguh sebagai kekuatan kita. Siapa pun daripara pengikut Kristus yang mengalami penderitaan dalam tenang, sabar dankerelaan dalam nama Yesus Kristus, ia menghidupi semangat Yesus Kristus sangraja mulia yang menderita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Sang Raja, kuatkanlah iman kami untukselalu mengakui-Mu sebagai Raja yang sejati, sehingga hidup kami selalubertujuan untuk melakukan kehendak Bapa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Palma, 29 Maret 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.