EPISODE · Mar 4, 2025 · 9 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu Abu, 5 Maret 2025
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Wati Ontong dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yoel 2: 12-18; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.12-13.14.17; 2 Korintus 5: 20 - 6: 2; Matius 6: 1-6.16-18KESALEHAN STANDAR Renungan kita pada hari Rabu Abu ini bertema: KesalehanStandar. Ada sepasang suami-istri selalu datang ke katedral dan mengunjungi guaMaria pada jam 8 malam. Banyak umat Paroki mengagumi mereka, karena karenamereka terlihat begitu saleh dalam sikap doanya. Banyak yang mengatakan bahwasuami istri itu berdevosi seperti itu sudah berjalan selama 20 tahun. Ketika Pastor Paroki sempat berbicara dengan pasangan itu,khususnya tentang kebiasaan selama 20 tahun berdoa di depan Bunda Maria padajam 8 malam, mereka hanya menjawab singkat, bahwa itu adalah kesalehan standarmereka. Mereka ingin meminta sesuatu yang mereka sangat percaya akan dikabulkanTuhan. Tradisi dan agama Yahudi mewariskan kesalehan standar yangkemudian Yesus juga mengajarkan kita. Kesalehan standar itu mencakup tigaperbuatan dasar yang diwajibkan, yaitu berpuasa, berdoa, and beramal kasih.Orang Yahudi mewajibkan ini kepada setiap umatnya, bahwa kalau ketiga perbuatansaleh ini dilakukan seseorang dipandang sebagai orang beragama yang baik danberkenan kepada Allah. Yesus juga menganggap ketiga kesalehan ini adalahstandar untuk menjadikan orang-orang layak sebagai para pengikut-Nya. Namun ada perbedaan mencolok antara kesalehan standar yangdiajarkan oleh Yesus dan yang dijalankan oleh orang-orang Yahudi, terutamadalam tuntunan para pemuka agama dan kaum Farisi. Perbedaannya ialah terkaitdengan motivasi atau maksud. Bagi Yesus dan yang selalu Ia tegaskan kepadakita, motivasi berdoa, berpuasa atau bermatiraga, dan beramal kasih ialah untukmenjalin relasi dengan Allah Bapa di surga. Ini benar-benar sebuah urusanrohani, urusan hati, dan kegiatan iman kepada Tuhan. Kitab nabi Yoel dalambacaan pertama menekankan sebuah pembaharuan hati, dan bukan urusan luarseperti pakaian yang dikoyakkan dan aneka atribut luar lainnya. Hal ini menegaskan kalau kesalehan standar orang Yahudisangat bertentangan dengan yang diajarkan oleh Yesus. Kesalehan mereka bukanuntuk Tuhan tetapi untuk mendapatkan pujian orang-orang lain, kalau merekaorang suci dan baik. Upahnya sudah mereka dapatkan dengan penampilan itu,sementara Tuhan tidak memberikan apa-apa sebagai karunia bagi mereka. Olehkarena itu Yesus memperingatkan dengan tegas supaya kita tidak mengikutistandar luar seperti itu. Standar kita ialah di dalam hati yang langsung punyarelasi dengan Bapa Allah. Setiap kali melakukan ketiga kesalehan ini denganbenar, itu adalah saat seseorang mengalami tanda keselamatan dari Tuhan,demikian kata Santo Paulus dalam bacaan kedua hari ini. Ini adalah semangat Rabu Abu yang kita semua rayakan padahari ini untuk mengawali masa Pra Paskah kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Allah,semoga dengan hari Rabu Abu ini kami dipenuhi semangat baru untuk memulaiproses pembaharuan diri di dalam masa Pra Paskah ini. Kemuliaan kepadaBapa ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu Abu, 5 Maret 2025
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.