EPISODE · Jun 16, 2026 · 9 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-11 masa biasa, 17 Juni 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 2: 1.6-14; Mazmur tg 31: 20.21.24; Matius 6: 1-6.16-18.BEBANKEMUNAFIKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Beban Kemunafikan. Ada seorang anakkelas 3 SD bernama Prima. Ia memiliki adik perempuan yang berusia 5 tahun. Ibumeminta Prima untuk menjaga adiknya yang sedang berlatih sepeda. Primamengatakan bahwa ia sangat sayang pada adiknya dan siap menjaganya berlatihsepeda. Tetapi setelah itu Prima tidak menjaga adiknya, ia justru pergi bermaindengan teman-temannya. Adiknya dibiarkan bersusah payah berlatih dan beberapa kali jatuh. Kemudianibunya menegur anak pertamanya itu: "Prima, kalau kamu berjanji untukmenjaga adik, namun ternyata kamu tidak melakukan, itu namanya munafik. Kamuberbohong pada ibu, pada adikmu, juga pada Tuhan. Pada saat itu baru pertamakali Prima mengerti kata "munafik". Ia berjanji untuk tidak munafiklagi. Pada hari ini Tuhan Yesus memberikan peringatan keras kepada kita untuktidak munafik. Orang-orang munafik adalah pembohong. Mereka selalu tampil baikdan mengatakan ya, tetapi perbuatan mereka justru sebaliknya. Sebenarnya merekamenanggung beban yang tidak ringan. Beban pokok mereka ialah mereka selalumemakai topeng. Mereka sembunyikan pribadi mereka yang asli, sedangkan yangditampilkan adalah pribadi yang berbeda. Ada tiga poin yang dapat kita renungkan pada hari ini tentang beban munafikitu. Dalam hal berdoa, kita harus dapat menghindari bebannya, yaitu pujian danhormat orang lain bahwa kita adalah orang-orang saleh. Biarkan saja Tuhan yangtahu bahwa kita yang mencintai Dia. Kita tidak perlu peduli dengan kata orangbahwa kita rajin berdoa, rutin menghadiri ekaristi, membaca kitab suci dll. Dalam hal memberikan perhatian dan pertolongan kepada orang lain, biarlahTuhan Allah saja yang tahu bahwa kita berbuat kasih. Kita tidak perlumewartakan ke mana-mana tentang ini. Fokus perhatian kita ialah orang yangditolong, karena di situlah cinta kasih yang berbicara. Beban tentang pengakuanorang lain dan berita tentang itu bukan menjadi fokus kita. Dalam hal berpuasa, kita juga harus dapat menghindari bebannya, yaitupengakuan dan hormat dari orang lain. Biarlah Tuhan saja yang tahu bahwa kitasedang berbakti kepada-Nya melalui puasa. Tidak ada gunanya orang lainmengetahui dan membuatnya menjadi berita, karena mereka tidak mengalami maknapuasa. Kita sendiri yang mengalami dan mendapatkan kegunaannya. Untuk dapat menghindari diri kita dari beban-beban kemunafikan, satunasihat penting bagi kita ialah hendaknya kita menjadi diri kita sendiri yangberiman dengan benar dan tulus. Tuhan jauh lebih mengetahui diri kita dari padakita sendiri, oleh karena itu kemunafikan hanya sebagai beban yang tidakberguna. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu hidupdalam ketulusan dan kebenaran. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-11 masa biasa, 17 Juni 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.