EPISODE · Jul 28, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-17 masa biasa, 29 Juli 2026, Peringatan Santa dan Santo Marta, Maria dan Lazarus
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Beatris Julia Siahaan dan Priscilla Emanuel Mutu Pambudi dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Yohanes 4: 7-16; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9.10-11; Yohanes 11: 19-27.MENGATASI KEKAWATIRAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mengatasi Kekawatiran. Ada seorangwanita bernama Marta, yang sudah kawin dengan seorang suami yang sangat sabar,penyayang dan bertanggung jawab. Mereka dikaruniai tiga anak. Marta berceritabahwa tahun-tahun pertama hidup berkeluarga, suaminya yang sangat baik itusangat membantunya untuk mengatasi sikap bawaannya yang selalu kawatir. Banyakhal ia kawatirkan sehingga membuatnya dirinya sangat tertutup. Tetapi denganberjalannya waktu, sifat itu akhirnya berubah. Ibu Marta melihat dirinya bukan sebagai satu-satunya manusia yang pernahsangat tersiksa oleh sifat kawatirnya, tetapi ia menemukan bahwa profil Martadi dalam Injil juga memiliki sifat kawatir yang sama. Jadi rasa kawatir adalahsangat manusiawi dan setiap manusia memilikinya. Marta di dalam Injil, palingkurang disebutkan dalam dua peristiwa ketika ia ditegur oleh Yesus Kristuskarena sifat kawatirnya yang berakibat pada penghayatan iman yang rapuh. Iapernah ditegur oleh Yesus ketika ia begitu sibuk dengan pekerjaan di rumahuntuk melayani Yesus yang bertamu, sementara Maria saudarinya duduk dekatYesus. Ia juga pernah ditegur oleh Yesus ketika ia tidak yakin bahwa saudaranyaLazarus pasti bangkit dari kematian hanya dengan jalan iman kepada Kristus. Rasa kawatir juga ditunjukkan oleh nabi Yeremia, ketika ia memang menyukurikelahirannya ke dunia dari ibunya, tetapi ia sangat kawatir dengan hidupnyasebagai seorang abdi Allah yang tidak sanggup menghadapi musuh-musuhnya. Iasepertinya hilang keyakinan kepada Tuhan. Pengalaman-pengalaman kekawatiranyang kita sebutkan ini cukup memberikan kita gambaran bahwa sifat kawatirmemiliki kekurangan yang harus diatasi. Sebab kalau tidak diatasi, ia akanmenjadi ketakutan yang pasti lebih merugikan dari pada menjadi berkat. Sifat kawatir mesti diatasi supaya kita dapat menjadi orang yang terbukadan mengisi hidup kita dengan berbagai inisiatif serta kreativitas dalammembawa kebaikan bagi hidup bersama. Perlu diingat bahwa, satu saja rasakawatir yang menguasai dirimu, Anda sudah menghilangkan satu kesempatan untukberbuat baik. Sifat kawatir juga mesti dapat kita atasi supaya kita semakinmemiliki keyakinan kepada Tuhan yang selain menyertai kita setiap saat, tetapisedang bekerja di dalam diri kita. Satu rasa kawatir saja, sudah menjauhkankita satu meter dari Tuhan yang sesungguhnya berada bersama kita. Santa Marta, demikian juga Maria dan Lazarus yang kita rayakan hari inimengingatkan kita satu hal ini: yaitu bahwa meskipun kita kawatir akan siapadan apa saja di dalam hidup kita, satu hal yang tidak boleh hilang dari kitaialah selalu memandang dan mendengarkan Tuhan yang menegur, menyapa danmenerangi hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami mohon supaya hidup danpekerjaan-pekerjaan kami senantiasa berada di dalam penyelenggaraan-Mu. Bapakami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-17 masa biasa, 29 Juli 2026, Peringatan Santa dan Santo Marta, Maria dan Lazarus
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.