EPISODE · Aug 4, 2026 · 9 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-18 masa biasa, 5 Agustus 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh JM Runtiti Rahayu dan Paulus Kardiman dari Gereja Kristus Raja, Paroki Baciro Yogyakarta, di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 31: 1-7; Mazmur tg 31: 10.11-12ab.13; Matius 15: 21-28.TUHAN MENDENGAR TERIAKAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Mendengar Teriakan Kita. Adaseorang teman bercerita tentang mimpinya beberapa waktu lalu. Setan berusahamencobai dia dan membawanya pergi ke berbagai tempat. Setan menunjukkankepadanya tempat-tempat yang amat bagus dan menyenangkan. Setan berkatakepadanya bahwa ia mesti segera memutuskan untuk tinggal bersamanya, dan semuakeindahan yang telah dilihatnya itu akan menjadi jaminan bagi seluruh hidupnya.Ia pasti hidup bahagia yang tiada batasnya. Tetapi orang itu menolak. Ia memberikan alasan kepada Setan bahwa Tuhansudah lebih dahulu memilikinya, anggota-anggota keluarganya dan teman-temannya.Lebih baik Setan pergi menggodai orang lain, bukan dirinya. Setan marah sekalidan mengancam akan menghancurkan dia. Setan membawa dia persis di tepi jurangdan ia sendiri dapat melihat jauh ke bawah yang tidak ada ujungnya. Ia akandijatuhkan di situ sebagai hukuman dari Setan. Saat ia mulai jatuh, ia berteriak sekeras-keras dengan menyebut nama TuhanYesus. Segera ada Malaikat Tuhan dengan sayapnya yang sangat kokoh, melebihsayapnya Setan, memegang dia lalu membawanya ke sebuah pendaratan, yaitu dirumahnya sendiri. Ia selamat dari kuasa Setan dan ia terbangun dari mimpinyaitu. Ia telah berhasil mengalahkan Setan. Tuhan selalu menjadi tujuan pengaduan dan teriakan kita, baik itu berupaungkapan dari dalam hati maupun dengan suara normal atau lantang. Ada begitubanyak teriakan minta tolong dari dunia ini dan Tuhan mendengar semuanya lalumemberikan jawaban-Nya. Kita selalu mengadu, memanggil dan meneriak memanggilnama-Nya, atau menangis dan memohon dengan sangat kepada-Nya, yang berartibahwa kita sangat bergantung kepada-Nya. Hari ini juga kita diberitahu dalam Injil, bahwa melalui teriakan mintatolong, perempuan yang bukan beriman Yahudi itu mendapatkan pertolongan YesusKristus. Imannya kepada Yesus membantu menyembuhkan anaknya dari cengkeramanroh jahat. Sungguh, berteriak minta tolong kepada Tuhan itu penting danmendesak. Sama urgennya dengan mengadu dan meminta tolong kepada sesama atassuatu kebutuhan yang mendesak. Musibah bencana alam, kebakaran, kecelakaan,sakit, kelaparan merupakan contoh kebutuhan urgen di sekitar kita, di sampingbanyak masalah lain sejenis. Sebagai anak-anak Tuhan, hendaknya kita tidakmenahan diri dan pasif baik untuk meminta pertolongan, maupun membuka diriuntuk memberikan pertolongan. Hendaklah kita tidak menyimpan rapat-rapatteriakan kita minta tolong dan membiarkan saja teriakan sesama kita hanyaseperti angin lalu. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Allah yang maha murah, penuhilah hati dan pikiran kamidengan rahmat kemurahan hati sehingga kami dapat memberikan perhatian yangsesuai dengan kebutuhan saudara dan saudara kami yang mengalami kesulitan.Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-18 masa biasa, 5 Agustus 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.