EPISODE · Aug 20, 2025 · 6 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-20 masa biasa, 20 Agustus 2025, Peringatan Santo Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Hakim-Hakim 9: 6-15; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Matius 20: 1-16a.PENGORBANAN WAKTU SAMA DENGAN PENGORBANAN DIRI Renungan kita pada hari ini bertema: Pengorbanan Waktu Sama DenganPengorbanan Diri. Apakah benar waktu sama dengan diri manusia? KitabHakim-Hakim menampilkan aneka pohon baik yang di saat yang tepat menghasilkankeunggulannya, masing-masing menolak korbankan keunggulannya itu demi menjadiraja atas pohon-pohon yang lain. Hanya tanaman kecil yang jelek dan berduriyang rela korbankan dirinya untuk menjadi raja. Para pekerja meleburkan dan menyatukan waktu bekerja yang disanggupimasing-masingnya dengan dirinya sebagai pekerja. Upah diberikan bukan karenawaktu kerja saja tetapi terlebih-lebih pengorbanan kesanggupan pekerja dankemurahan hati pengupah. Pengorbanan waktu merupakan bungkus luar untuk pribadimanusia dan perbuatannya pada suatu waktu tertentu. Jadi adanya pengorbananwaktu itu adalah suatu pengorbanan diri. Liturgi kita hari ini mengaitkan pengorbanan dengan panggilan para pemimpindan mereka yang bekerja melayani orang lain. Pemimpin dan pelayan memiliki cirimengorbankan atau mempersembahkan waktunya. Seorang gubernur harus mengisilebih banyak waktunya untuk melayani orang banyak, daripada untuk keluarganya.Seorang kepala sekolah juga melakukan yang sama. Pemimpin dan pelayan sepatutnya mempersembahkan waktu dan dirinya kepadaTuhan. Ciri utamanya ialah kerelaan dan cuma-cuma. Upah dalam bentuk materibukan hal utama, tapi yang penting ialah apa yang mereka berikan ataupersembahkan. Tuhan menghendaki suatu pengorbanan yang diberikan secara bebasdan sadar dari kemurahan hati, ungkapan cinta dan ketaatan. Memimpin dalam keluarga, masyarakat dan Gereja sangatlah normal. Dalamsemua ini ada aspek pelayanannya. Lalu Tuhan ingin berbicara kepada kitatentang ini: waktu yang dipakai untuk melakukan semua ini adalah sakral dantidak bergantung durasi singkat atau lama. Ketika waktu dipakai dengan baik dantepat, lalu suatu kualitas pekerjaan untuk melayani sesama atau mengurusikehidupan diutamakan, dengan tidak pertama-tama memperhitungkan apa yangdidapatkan sebagai balasannya, di situ adalah pengorbanan diri. Jadi waktu kita perlu kita isi dengan pengorbanan diri, dan sebaliknyapengorbanan diri itu sangat membutuhkan waktu perwujudannya. Percuma kitabicara tentang suatu pengorbanan tetapi kita tak punya waktu untuk itu. Tak adaartinya atau omong kosong kalau kita punya waktu tetapi terbuang saja dan tidakdiisi dengan suatu pengorbanan diri. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, terima kasih kepada-Muatas pengajaran pada hari ini yang menyadarkan kami arti sebuah pengorbanandiri. Berkatilah kami Ya Tuhan Yesus. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-20 masa biasa, 20 Agustus 2025, Peringatan Santo Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.