EPISODE · Sep 1, 2026 · 8 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-22 masa biasa, 2 September 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Yohanes Don Bosco Subekti dan Maria Ecclesia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 3: 1-9; Mazmur tg 33: 12-13.14-15.20-21; Lukas 4: 38-44.JASA PERANTARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Jasa Perantara. Ada seorang murid SD ditanya oleh gurunya: “Kepada siapakamu sampaikan keluhan dan kesulitanmu?” Anak itu spontan menjawab: “KepadaPapa dan Ibuku”. Lalu guru melanjutkan, “Kepada siapa Papa dan Ibumu sampaikankeluhan dan kesulitan?” Anak juga spontan menjawab: “Kepada Yesus.” Guru masihterus bertanya: “Mengapa kamu tidak sampaikan langsung kepada Yesus?” Anak itujuga semangat menjawab: “Karena saya tidak melihat langsung Yesus.” Meski ia tidak melihat Yesusdengan langsung, ia melihatnya dalam diri kedua orang tuanya. Keluhan dankesulitan yang disampaikan kepada Papa dan Ibunya, itu diteruskan kepada Yesus.Sering kita memang perlu melalui orang lain supaya kita bisa mengenal Tuhan,baru kita bisa datang kepada-Nya. Orang tua mengajarkan kita beriman yangbenar. Orang dewasa lain mengajarkan cara berdoa dan bersyukur. Temanmengajarkan bagaimana membaca kitab suci dengan baik. Guru menerangkan tentangtata liturgi yang benar untuk diikuti. Ada perantara yang berperan untukdatangnya rahmat Tuhan kepada kita. Pengalaman menjadi perantara itu dibuatoleh para rasul, terutama Simon Petrus, sehingga ibu mertuanya dapatdisembuhkan oleh Tuhan. Masih ada banyak contoh lain tentang peran perantarayang membantu dan melayani. Paulus menyatakan dirinya sebagai perantara,demikian juga Apolos dan pribadi-pribadi lain, yang bekerja untuk satu tujuanialah membuat semua orang tahu, mengerti, mengenal dan mengikuti Kristus. Bahkan kalau tugas perantaramenjadi sangat menantang ialah ketika seseorang berkarakter tegas sepertiPaulus, mau supaya orang-orang lain yang ingin mengenal Tuhan harus memilikisatu standar disiplin yang dipatuhi. Tugas ini mungkin yang paling sulit bagipara orang tua, guru, katekis, pejabat publik, pimpinan dan bahkan seorangsahabat dan saudara. Mereka masing-masing dapat menjadi perantara kuasa danrahmat Tuhan, tetapi ketika menghadapi orang-orang di sekitar mereka atau yangberada di bawah tanggung jawabnya, mereka sungguh diuji kemampuannya kalaumurid-murid, anak-anak, teman, atau saudara tidak begitu lancar dan mudahmenerima. Tidak semua orang seperti ibumertua Petrus yang menerima dengan tenang dan kemudian bersemangat melayaniYesus. Justeru ada banyak orang yang keras kepala seperti para pendengarPaulus. Mungkin jauh lebih banyak yang setelah mendapatkan kebaikan, tidak menyampaikanterima kasih. Masih banyak juga yang berkata “ya” tentang imannya, tetapi tidakdapat wujudkan di dalam praktek hidupnya. Justru itulah Yesus mengatakan kalaukepada merekalah Ia diutus, lalu Anda dan saya tetap menjadi perantara Yesuskepada mereka. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa...Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami penyambungsuara dan tindakan-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-22 masa biasa, 2 September 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.