EPISODE · Sep 8, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-23 masa biasa, 9 September 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Madeline Meggie Kurniawan dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 7: 25-31; Mazmur tg 45: 11-12.14-17; Lukas 6: 20-26.DUNIA DAUN KELOR Tema renungan kita pada hari iniialah: Dunia Daun Kelor. Pernyataan tema ini adalah sebuah kiasan. Dunia yangbegitu besar, yang dipandang dari ke-empat kutubnya hanya dianggap sebesar daunkelor. Kita tahu bahwa daun kelor itu sebesar ujung permukaan jari-jari tanganmanusia. Memandang dunia sebesar daun kelor, jelas sebagai sebuah gaya bahasauntuk mengungkapkan suatu makna tertentu dalam hidup dan tingkah laku manusia. Karena orang-orang bergerak begitu beragam dan cepat, lalu ditambah dengan frekwensipertemuan satu sama lain yang banyak dalam satu konteks tertentu, dunia initerasa beigtu kecil. Misalnya pada jam 10 pagi, ada dua atau beberapa orangbertemu di suatu tempat di sudut kota, lalu pada jam 12:00 mereka bertemu lagidi salah satu sudut kota lainnya dalam sebuah konteks urusan yang lain. Bagimereka dunia itu terlalu kecil, bagaikan daun kelor. Dalam sudut pandang yang lain,dunia seperti daun kelor itu merupakan suatu ungkapan untuk menunjuk pada sikapmanusia yang minimalis terhadap kenyataan dunia yang amat besar dan beragampengaruhnya. Ada sebuah disiplin religius yang mengajarkan dan menganimasimanusia untuk hidup sederhana, hidup dengan suatu penyangkalan atas kemegahandan kekayaan dunia ini, bahkan suatu hidup yang tidak melekat dengan dunia ini. Di dalam jalan untuk mengikutiYesus Kristus, ajaran spiritualitas ini sungguh ingin menjadikan dunia itukecil seperti daun kelor. Ajarannya membimbing orang-orang beriman supayamencukupkan diri dengan apa yang dikaruniakan oleh Tuhan, yang sesuai denganbatas kemampuan sebagai manusia. Ajaran seperti ini ditekankan kembali olehSanto Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, ketika iaberkata: “Orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah samasekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia ini seperti yang kita kenal sekarangakan berlalu.” Rahmat dan karunia Tuhan cukup bagi kita untuk bertahan di dunia ini. Jika kita mencukupkan diri kitadengan siapa yang ada di sekitar kitasecara nyata, dan apa yang dapat memberikan jaminan bagi kelangsungan hidupharian kita, menurut pandangan dunia, ini adalah sebuah kesederhanaan dankemiskinan. Tetapi Yesus menguatkan iman kita dengan mengatakan bahwa hidupseperti ini adalah sebuah kebahagiaan, dan kerajaan Allah adalah harta milikkita yang sesungguhnya. Tampaknya ini menunjukkan kelaparan, kesedihan,kekurangan, bahkan dianggap tidak laku atau tidak berguna, tetapi Tuhan Yesusmenegaskan bahwa cara hidup seperti ini sungguh menghadirkan kebahagiaan. Jadidunia daun kelor adalah jalan untuk kebahagiaan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha murah, jadikanlah kamianak-anak-Mu yang rendah hati dan penuh kemurahan, supaya kami menjadi lebihterbuka dalam berbagi kepada orang lain. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Embed this episode
Ready to play
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-23 masa biasa, 9 September 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.