EPISODE · Feb 3, 2026 · 7 MIN
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-4 masa biasa, 4 Februari 2026
from La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy · host Media La Porta
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Samuel 24: 2.9-17; Mazmur tg 32: 1-2.5.6.7; Markus 6: 1-6.SUDUT PANDANG Tema renungan kita pada hari iniialah: Sudut Pandang. Di dalam kelas 4 SD, murid-murid diminta oleh gurunyauntuk menulis tentang saling mencintai di antara bapa dan ibunya di rumah.Murid A menulis tentang ibunya menyiapkan pakaian yang rapi dan teratur untukbapaknya saat hendak pergi kerja atau menghadiri pertemuan. Murid B berceritatentang bapaknya yang selalu setia menemani ibunya belanja di pasar, membantumencuci, membantu memasak, dan merapikan rumah. Murid C bercerita tentang ibunyayang setia menunggu sampai bapaknya pulang kerja . Masing-masing murid memberi sudutpandangnya tentang cinta di antara bapak dan ibunya di rumah. Sebuah sudutpandang mencakup dari posisi mana kita melihat dan memahami seseorang atausesuatu, dan kehendak untuk melakukan yang sudah kita putuskan. Raja Daud memiliki sudut pandangnya sebagairaja. Ia memutuskan untuk bertindak sesuai sudut pandang dan kehendaknya. Namunternyata sudut pandang Daud bertentangan dengan sudut pandang dan kehendakAllah. Untungnya Daud cepat menyesalinya dan meminta ampun, sehingga Allahmengampuninya. Yesus Kristus tampil di publiksebagai seorang yang memiliki daya tarik luar biasa. Banyak sekali kesan dariorang-orang di sekitarnya sehingga menghasilkan aneka macam sudut pandangtentang diri-Nya. Para penggemar, murid-murid, dan para musuh-Nya memandang Diasecara berbeda-beda. Roh-roh jahat memandang bahwa Yesus dapat digodai dengansegala taktik busuknya, namun Yesus mengalahkan mereka. Para rasul pertamapernah bertanya: di manakah engkau tinggal Guru? Mereka anggap Yesus bakalmemberikan mereka jaminan hidup jiwa dan raganya. Injil pada hari ini berkisahtentang pandangan orang-orang sekampung dan sanak keluarga tentang pribadi danpekerjaan Yesus Kristus. Ternyata sudut pandang mereka terhadap Yesus sangatterbatas dan amat dangkal. Yesus dipandang sebagai seorang yang merupakanbagian dari mereka. Tidak ada sesuatu yang spesial pada-Nya. Intinya, iniadalah sebuah sudut pandang untuk meremehkan dan menolak Yesus, meskipun merekamengetahui bahwa Dia telah berbuat yang luar biasa dalam menolong dan mengatasikesulitan banyak orang. Sebuah sudut pandang yang kitamiliki sangat bergantung pada standar pengetahuan, kebijaksanaan dan iman kitamasing-masing. Kalau kita dibimbing oleh Roh Kudus dan iman kepada YesusKristus, sudut pandang kita tentu berdasarkan kehendak Tuhan. Kita tentu selalumeminta terang Ilahi melalui doa dan refleksi supaya mendapatkan sebuah sudutpandang yang baik dan benar. Kita harus dapat membebaskan diri dari memilikisudut pandang negatif, sempit atau subjektif, dan destruktif. Ini pasti bukandari terang Roh Kudus. Jangan membiasakan diri memiliki sudut pandang sepertiini! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga pada hari ini kami senantiasa memandang Dikau dengan gembira dan semogakami selalu melihat yang baik dan benar di dalam diri saudara-saudari kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Embed this episode
NOW PLAYING
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-4 masa biasa, 4 Februari 2026
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.